LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sungai Padang Meluap, Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kota Tebing Tinggi

"Korban atau rumah yang tergenang akibat banjir sementara sebanyak 3.122 KK. Itu sementara, karena sampai saat ini debit air masih terus meningkat diperkirakan korban akan bertambah," kata Wahid.

2020-11-27 15:07:36
Banjir
Advertisement

Tingginya curah hujan memicu banjir di Tebing Tinggi, Sumut, Jumat (27/11). Air luapan Sungai Padang merendam ribuan rumah yang ada di kota itu.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebing Tinggi, Wahid Sitorus mengatakan, banjir terjadi karena Sungai Padang meluap mulai pukul 03.00 Wib. Luapan itu dipicu tingginya curah hujan pada daerah hulu yang ada di Kabupaten Simalungun.

"Korban atau rumah yang tergenang akibat banjir sementara sebanyak 3.122 KK. Itu sementara, karena sampai saat ini debit air masih terus meningkat diperkirakan korban akan bertambah," kata Wahid.

Advertisement

Berdasarkan data BPBD Tebing Tinggi, banjir terjadi di 13 kelurahan yang ada di 5 kecamatan. Kelima kecamatan yang sebagian daerahnya dilanda banjir yakni Padang Hulu, Padang Hilir, Rambutan, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota.

"Kecamatan Bajenis yang terdampak paling parah. Total ada 1.451 KK dari 6 Kelurahan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, bahkan ada yang sampai atap rumah warga," sebut Wahid.

Hingga Jumat (27/11) siang, volume air masih tinggi dan belum ada tanda-tanda surut. Air juga menggenangi sejumlah ruas jalan dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa. Namun jalan masih dapat dilintasi kendaraan.

Advertisement

Tim BPBD telah mendirikan posko darurat untuk membantu warga. "Sudah kita dirikan posko-posko di Kecamatan Bajenis dan akan di-droping bahan makanan siap saji seperti beras dan mi instan. Mereka sudah dirikan dapur umum, kita tinggal subsidi bahan makanan saja," jelas Wahid.

Petugas BPBD terus mengevakuasi warga, terutama lansia dan anak-anak, ke lokasi yang lebih aman. Mereka juga masih memonitor kondisi Sungai Padang.

Baca juga:
4.570 Kepala Keluarga di Serdang Bedagai Terdampak Banjir
Hujan di Simeulue Aceh Sebabkan 6 Desa Terendam Banjir dan 1 Jembatan Ambruk
Banjir Parah Akibat Badai Iota Landa Honduras
Penuh Duka, Ini Fakta Terkini Bencana Banjir dan Longsor yang Melanda Jateng
Banyaknya Alih Fungsi Kawasan di Hulu Sungai Garut Diduga Jadi Penyebab Banjir
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Distribusikan Masker hingga Buku Panduan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.