LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sumur minyak ilegal di Muba kembali meledak, 1 tewas dan 3 sekarat

Sumur minyak ilegal di Muba kembali meledak, 1 tewas dan 3 sekarat. Peristiwa itu terjadi di Desa Kemang, Kecamatan Sanga Desa, Muba, Minggu (22/1) sekira pukul 23.30 WIB. Sebelumnya, ledakan serupa juga terjadi di Talang Sabah, Dusun III, Desa Tanjung Keputren, Kecamatan Plakat Tinggi, Muba, pada Rabu (11/1) lalu.

2017-01-24 16:44:50
Kecelakaan kerja
Advertisement

Sumur minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali meledak. Akibatnya, seorang warga yang merupakan pengebor minyak tewas dan tiga pekerja kritis.

Peristiwa itu terjadi di Desa Kemang, Kecamatan Sanga Desa, Muba, Minggu (22/1) sekira pukul 23.30 WIB. Sebelumnya, ledakan serupa juga terjadi di Talang Sabah, Dusun III, Desa Tanjung Keputren, Kecamatan Plakat Tinggi, Muba, pada Rabu (11/1) lalu.

Informasi dihimpun, ledakan itu bermula saat pengebor mengumpulkan minyak mentah yang keluar dari sumur. Tiba-tiba, percikan api keluar yang diduga berasal dari mesin bor.

Percikan api dengan cepat menyambar genangan minyak dan terjadilah ledakan hebat lalu membakar drum-drum penyimpan minyak. Akibat peristiwa itu, seorang pengebor bernama Sarnubi (40) tewas di tempat dengan luka bakar serius. Sementara tiga pekerja lain, yakni Andi (39), Sukarno (25), dan Fendi (19), kritis akibat mengalami luka bakar 90 persen. Ketiga korban kini masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan terjadinya ledakan di sumur minyak ilegal. Saat ini, Polres Muba sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui pasti penyebabnya.

"Ya benar, ada ledakan di Muba, sekarang masih diselidiki," ungkap Agung, Selasa (24/1).

Terkait penetapan tersangka, Agung menyebut belum satu pun ditetapkan. Sebab, semua korban sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Bagaimana mau diperiksa, korbannya saja sekarang masih begitu (kritis)," ujarnya.

Agung menambahkan, pemerintah sebaiknya memberikan solusi bagi warga yang bekerja sebagai pengebor minyak ilegal sehingga peristiwa maut itu tak terulang lagi.

"Ini persoalan sosial, pemerintah harus menindaklanjutinya," pungkasnya.

Baca juga:
Mencari kayu di hutan, Muslem tewas diinjak gajah
Buruh bangunan jatuh, besi beton menembus dagu hingga kening
Bersihkan kaca, TKI asal Indramayu tewas terjatuh di Suriah
Tersengat listrik saat cuci motor, satpam Kampus UPM ditemukan tewas
2 Buruh bangunan di Boyolali tewas tertimpa tembok sekolah
Terjadi ledakan di PT Start Aero, direktur perusahaan tewas
Pemulung tewas tertimbun sampah seberat 6 ton di Bantargebang

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.