LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sulteng butuh 1.460 sekolah darurat, stok tenda darurat Kemendikbud cuma 46

Mendikbud Muhadjir Effendy memastikan pembangunan sekolah darurat di Sulawesi Tengah (Sulteng) tak bisa secepat yang diinginkan. Menurut Muhadjir, keterlambatan membangun sekolah darurat di Sulteng karena pemerintah lebih terfokus kepada penanganan gempa di NTB.

2018-10-24 20:42:19
Kemendikbud
Advertisement

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan pembangunan sekolah darurat di Sulawesi Tengah (Sulteng) tak bisa secepat yang diinginkan. Menurut Muhadjir, keterlambatan membangun sekolah darurat di Sulteng karena pemerintah lebih terfokus kepada penanganan gempa di NTB.

Muhadjir beralasan hampir seluruh tenda darurat yang dipunyai Kemendikbud sudah terlanjur dikeluarkan, untuk penanganan bencana di NTB.

"Saya meminta maaf tidak secepat penanganan di NTB. Semuanya beruntun dan kami sudah fokuskan ke NTB, terutama tenda dari Kemendikbud," ujar Muhadjir di Hotel Hyaat, Sleman, Rabu (24/10).

Advertisement

Muhadjir menyebutkan, berdasarkan perhitungan dari Kemendikbud dibutuhkan lebih dari 1.460 lebih sekolah darurat di Sulteng. Padahal, stok tenda darurat Kemendikbud hanya tersisa 46 buah.

Muhadjir mengatakan untuk mengatasi kekurangan tenda darurat itu, sejumlah langkah dilakukan agar bisa segera membangun sekolah darurat dengan memaksimalkan bahan-bahan yang ada di sekitar lokasi.

"Sekolah darurat memaksimalkan bahan-bahan yang diambil dari daerah terdekat. Seperti bambu didatangkan dari Sulawesi Barat (Sulbar) yang sudah dikirimkan," ungkap Muhadjir.

Advertisement

Muhadjir menerangkan jika nantinya Kemendikbud akan memberikan bantuan biaya pembangunan. Besaran bantuannya Rp 30 juta per sekolah.

Muhadjir menambahkan untuk pembangunan sekolah darurat, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Di antaranya UNICEF dan negara-negara lain.

"Ada bantuan dari Unicef sebanyak 450 tenda. Sebanyak 200 di antaranya telah dikirim dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sisanya nanti akan diambil dari Denmark dan mudah-mudahan hari ini sampai Balikpapan untuk dikirim ke Palu," tutup Muhadjir.

Baca juga:
Gempa 3,3 SR guncang Palu, warga terkejut & berhamburan keluar tenda
Keliling Indonesia melayani korban bencana
Kemendagri kembali kirim personel Tim B untuk pendampingan daerah bencana
Akses jalan terputus longsor, empat kecamatan di Sigi masih terisolasi
Bridgestone Indonesia donasi ratusan juta untuk pulihkan Palu dan Donggala
Pengungsi Palu di Samarinda nyaris tak terurus, 2 pekan ada yang belum dapat bantuan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.