LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Suhu Panas di Kepulauan Riau Meningkat, Ini Penjelasan BMKG

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mencatat posisi matahari yang mendekati equator (garis khatulistiwa), menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu udara di sebagian besar daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari terakhir.

2021-03-02 14:51:51
Cuaca Panas
Advertisement

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mencatat posisi matahari yang mendekati equator (garis khatulistiwa), menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu udara di sebagian besar daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Miranda Putri Permatasari menjelaskan, saat ini posisi matahari masih berada di belahan selatan dan mulai mendekati equator, sehingga penyinaran matahari ke bumi lebih maksimum.

"Sebagian besar wilayah Kepri berada di jalur equator," kata Miranda, Selasa (2/3). Dikutip dari Antara.

Advertisement

Hal ini menjadi salah satu faktor suhu udara di sebagian besar Kepri meningkat. Selain itu, suhu panas juga disebabkan curah hujan yang minim Kepri.

"Dalam kondisi ini bentukan awan minim, mengakibatkan cahaya matahari lebih maksimum menyinari," ujarnya.

Miranda menjelaskan suhu udara rata-rata di sebagian besar wilayah Kepri saat ini mencapai 31,33 derajat celsius, lebih rendah jika dibanding pertengahan Februari 2021 yang bahkan mencapai 33 derajat celsius.

Advertisement

"Kondisi ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Dari pengamatan BMKG, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret 2021.

"Untuk itu kami mengimbau warga mewaspadai terjadinya kebakaran lahan dan hutan karena didukung angin kencang dan suhu panas," kata Miranda menegaskan.

Kendati demikian, dia menyatakan saat ini kecepatan angin sudah mulai mereda di banding bulan Februari yang bahkan mencapai hingga 50 km/jam.

"Hari ini embusan angin berkisar antara 5-25 km/jam. Sudah tidak sekencang Februari lalu," kata Miranda.

Baca juga:
BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Sumatera Utara
BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Hujan Petir di Kepulauan Seribu
Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Bangli Bali
BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lebat di Lereng dan Pantai Barat Sumatera Utara
Suhu Udara Meningkat Masuki Musim Kemarau, BBMKG Sumut Peringatkan Potensi Karhutla
Prediksi Hujan Ekstrem, BMKG Ingatan Jabodetabek Siaga Banjir

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.