LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sudirman sebut pembangunan SDM tak boleh kalah dengan infrastruktur

Pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah melakukan pemaparan program di hadapan komunitas Katolik. Mereka menjanjikan akan melakukan bagi tugas dalam pemerintahan jika terpilih dalam Pilgub 2018.

2018-02-04 23:35:00
Pilgub Jateng
Advertisement

Pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah melakukan pemaparan program di hadapan komunitas Katolik. Mereka menjanjikan akan melakukan bagi tugas dalam pemerintahan jika terpilih dalam Pilgub 2018. Sudirman mengatakan, akan fokus dalam pembangunan sumber daya manusia.

"Dan kami satu suara dalam soal ini, bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh kalah dengan pembangunan infrastruktur," katanya di Rumah Retret Griya Paseban, Jalan Dr. Ismangil, Bongsari, Semarang, Minggu (4/5).

Terutama, lanjutnya, melakukan pembangunan sumber daya manusia dari kalangan orang-orang marginal. "Bahwa fokus pada bagian terbawah masyarakat merupakan kehendak banyak pihak, termasuk elemen gereja Katolik," katanya.

Advertisement

Sementara Ida Fauziah mengaku mendapat amanat agar persoalan kemiskinan dan perempuan jangan dikesampingkan. "Soal perempuan, kemiskinan di Jateng juga banyak terdiri dari kaum hawa, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi pengirim terbanyak TKW," katanya.

Berdasarkan data BP3TKI, jumlah TKI Jateng tahun 2014 sebanyak 92.629, tahun 2015 turun menjadi 57.107, tahun 2016 menjadi 49.581 dan pada semester awal 2017 sebanyak 30.469. Setiap bulan Jateng rata-rata mengirim 5.000 TKI.

Problem lanjutan dengan banyaknya TKI maupun TKW adalah nasib pendidikan anaknya. Selain pendidikan anak, tingkat perceraian juga tinggi. Selain itu, ada juga angka kekerasan pada perempuan dan anak cukup tinggi.

Advertisement

"Pendekatan hukum sebenarnya kita punya undang-undang tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. DPR juga sedang membuat undang undang penghapusan kekerasan seksual. Dan selanjutnya diturunkan menjadi Perda," ungkapnya.

Namun, kata Ida, yang paling penting adalah pemerintah mendorong masyarakat untuk ambil bagian dalam penyelesaian ini.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.