Sudah seminggu jatuh, jasad mekanik Trigana belum tiba di rumah duka
Keluarga sangat menanti kedatangan korban jatuhnya pesawat Trigana Air di kawasan pegunungan Papua.
Sudah seminggu keluarga korban pesawat jatuh Trigana Air di Papua menanti kedatangan jasad korban. Salah satunya keluarga Mario Rheso Buntoro (36) mekanik Trigana Air yang tinggal di Griya 8 Cinere, Depok.
Sejak dikabarkan jatuh pada Minggu (16/8) Rani Annisa (33), istri almarhum terus menanti kedatangan jasad Mario. Hanya saja, saat ini Rani merasa lebih tenang karena jasad suaminya akan segera dipulangkan ke rumah mereka.
Sayangnya, Rani dan keluarga belum mendapatkan kepastian kapan Mario akan segera diantar ke rumahnya. Rani dan kedua anaknya yang masih kecil pun tiap hari hanya bisa menanti kedatangan jasad Mario. Rani saat ini lebih bisa berkomunikasi ketimbang hari sebelumnya saat baru dikabarkan pesawat yang ditumpangi suaminya jatuh dan sempat dinyatakan hilang.
Bersama dua anaknya yaitu Muhammad Attala (7) dan M Maher Mizano (3) dengan setia menanti kabar kepastian dari kantor Mario. "Kita enggak tahu kapan jenazah akan tiba di sini," kata Rani, Minggu (23/8).
Rani dan keluarga besar mengaku sudah siap menerima kenyataan ini. Dia pun tak lupa terus berdoa untuk suaminya. "Kami sudah siap," ucapnya singkat.
Rumah mereka pun masih terus dikunjungi banyak kerabat. Baik dari rekan Mario, keluarga besar dan teman Rani. Sebelum memutuskan menjadi istri Mario, Rani sudah siap dengan apa yang menjadi risiko pekerjaan suaminya. Kini Rani harus membesarkan kedua anaknya seorang diri.
Baca juga:
Tim DVI berhasil identifikasi pilot dan 4 jenazah korban Trigana
Banyak korban Trigana Air tak lagi utuh, tim DVI sulit identifikasi
3 Pegawai Trigana diduga terlibat permainan tiket pesawat yang jatuh
3 Korban Trigana Air kembali diidentifikasi, total ada 7 jenazah
PT Pos tak perlu tunggu klaim asuransi uang Rp 6,5 M yang terbakar
Duka lara anak-anak para korban Trigana Air
Tim SAR dibantu warga akhirnya menemukan FDR Trigana Air