Sudah dua pekan nelayan di DIY tak melaut karena cuaca buruk
Sudah dua pekan nelayan di DIY tak melaut karena cuaca buruk. "Biaya melautnya tinggi. Untuk kapal berukuran 30 GT, sekali melaut harus mengeluarkan puluhan juta. Kemarin ada dua kapal yang nekat melaut. Begitu dihitung, rugi hingga Rp 150 juta," ungkap seorang nelayan bernama Ari.
Cuaca yang tidak bersahabat dan angin laut yang kencang membuat para nelayan di Pelabuhan Sadeng, Girisubo, Gunungkidul, DIY terpaksa tidak melaut. Kondisi ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.
Ari, salah seorang nelayan, menceritakan sejak dua pekan tak ada nelayan yang melaut. Kapal-kapal nelayan, sambung Ari, hanya diparkir di Pelabuhan Sadeng saja.
"Cuaca tidak bersahabat. Anginnya kencang. Kami tidak berani melaut," ujar Ari, Selasa (7/2).
Ari menuturkan, jika nekat melaut, dimungkinkan para nelayan justru mengalami kerugian. Kerugian sekali melaut bisa sampai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
"Biaya melautnya tinggi. Untuk kapal berukuran 30 GT, sekali melaut harus mengeluarkan puluhan juta. Kemarin ada dua kapal yang nekat melaut. Begitu dihitung, rugi hingga Rp 150 juta," ungkap Ari.
Terpisah, Ketua Paguyuban Nelayan di Sadeng, Sarpan, mengatakan, untuk mencari ikan, nelayan harus berlayar lebih dari 10 mil. Biasanya, ujar Sarpan, ikan yang didapat jenisnya cakalang dan tuna.
"Sekali melaut biasanya untuk kapal ukuran besar mendapatkan 5 ton ikan. Untuk sementara sebagian besar nelayan memperbaiki kapal dan alat tangkap. Daripada melaut nanti justru rugi," pungkas Sarpan.
Baca juga:
Cuma makan umpan udang, Muthar ditemukan usai hilang 3 hari di laut
Plt Gubernur Aceh minta DKP tingkatkan pengolahan ikan tuna
Nelayan Cilacap keluhkan rusaknya lampu pandu dan suar
Tangkapan nelayan berkurang, harga ikan di pelelangan Makassar naik
KKP dampingi nelayan Pantura hentikan penggunaan cantrang
9 Hiu sirip hitam tertangkap jaring nelayan di perairan Selat Bali
Menteri Susi minta PSDKP bisa kurangi kesenjangan nelayan RI