Sudah Dua Minggu 4 Kecamatan di Pandeglang Krisis Air Bersih
Berdasarkan keterangan warga setempat, setiap hari warga mengaku harus berjalan menempuh jarak yang cukup jauh, untuk mendapatkan air dari sumur desa. Kemudian warga mulai cemas karena air yang mereka ambil dari sumur desa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sedikit dan mulai mengering akibat musim kemarau.
Empat Kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengalami krisis air bersih dampak kekeringan pada musim kemarau 2019. Krisis air bersih ini telah berlangsung selama dua minggu yang lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Deni mengatakan berdasarkan pendataan dan permintaan penyuplaian air bersih ada empat Kecamatan, yakni Kecamatan Patia, Munjul, Picung dan Bojong. Warga sudah mengalami kesulitan mendapat air bersih.
"Yang sudah minta disuplai (air bersih) empat kecamatan. Camatnya sudah minta karena warga sudah mulai sulit dapat air," kata Deni saat dikonfirmasi, Rabu (26/6).
Selain akibat musim kemarau, disampaikan Deni, kondisi daerah empat kecamatan tersebut secara geografis tadah hujan sehingga cukup kesulitan membuat sumur bor.
"Kalau mau ngebor perlu kedalaman tertentu. Kalau Kecamatan Patia airnya tidak layak konsumsi agak asin," katanya.
Berdasarkan keterangan warga setempat, setiap hari warga mengaku harus berjalan menempuh jarak yang cukup jauh, untuk mendapatkan air dari sumur desa. Kemudian warga mulai cemas karena air yang mereka ambil dari sumur desa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sedikit dan mulai mengering akibat musim kemarau.
"Kita sudah suplai air empat kali ke masing-masing kecamatan. Ini akan terus kita lakukan selama krisis air masih berlangsung," katanya.
Baca juga:
Tanah di Jakarta Kian Menurun, Anies Sebut Proyek Saluran Pipa Penting
Kekeringan, Warga India Terpaksa Andalkan Danau yang Tercemar
Pencurian Air Masih Sering Terjadi di Jakarta Utara
Palyja Beberkan Kendala Pelayanan Air di Jakarta Barat
Sungai Gasib Dicemari Limbah PTPN V, Warga Kehilangan Sumber Air Bersih
Bulan Depan, Warga Bogor Siap Konsumsi Air Sungai Ciliwung