LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sudah ditutup Risma, ini bukti Dolly masih eksis prostitusi

Lokalisasi Dolly dan Jarak di Kecamatan Sawahan memang sudah ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa tahun silam. Namun kenyataannya, bisnis prostitusi di eks lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini masih menggeliat.

2018-01-21 20:33:00
Gang Dolly
Advertisement

Lokalisasi Dolly dan Jarak di Kecamatan Sawahan memang sudah ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa tahun silam. Namun kenyataannya, bisnis prostitusi di eks lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini masih menggeliat.

Penggerebekan yang dilakukan anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya di salah satu wisma terselubung di kawasan tersebut menjadi bukti bahwa Dolly masih eksis.

"Kami mendapati perempuan yang melayani tiga pria hidung belang di kamar masing-masing," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Minggu (21/1).

Advertisement

Dalam penggerebekan itu, kata Sudirman, selain mengamankan para PSK dan pelanggannya, polisi juga menangkap dua muncikari, yaitu Tasipin (30) dan Baski (29) yang merupakan warga asal Tuban.

Untuk mengelabui polisi, para pelaku mematikan lampu ruangan wisma agar tidak terlihat aktivitas di dalamnya karena gelap.

"Sementara para muncikarinya mencari pelanggan dengan cara mendekati pria-pria yang melintas di kawasan Dolly," tutur Sudirman.

Advertisement

Menurutnya, para muncikari tersebut paham benar dan pandai memilih mana orang yang sekadar melintas atau yang ingin mencari PSK.

"Ini bisa dilihat dari gerak gerik orang yang berhenti seolah mencari sesuatu," katanya lagi.

Penggerebekan yang dilakukan, kata Sudirman, tergolong tanpa sengaja. Sebab, kejadian itu bermula dari anggotanya yang berpakaian preman tengah menyelidiki kasus lain. Namun, saat polisi berpakaian preman ini terlihat mondar-mandir di sekitar Dolly, malah didatangi muncikari dan ditawari PSK.

"Dari situlah dilakukan penggrebekan di dalam kamar," katanya.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita alat kontrasepsi, seprei, sarung, tisu bekas lap sperma, serta uang tunai Rp 1.276.000 dari hasil transaksi.

Sementara kedua muncikari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sudah beroperasi selama enam bulan. Mereka menjual para PSK Rp 300 ribu sekali main.

"Pembagiannya Rp 200 ribu untuk PSK-nya, Rp 50 ribu untuk mucikari, dan Rp 50 ribu untuk bayar kamar," kata salah satu tersangka kepada penyidik.

Baca juga:
Menteri Yohana takjub lihat perubahan Gang Dolly
Risma telah presentasikan kawasan eks lokalisasi Dolly ke Google
Polisi masih temukan geliat prostitusi di Dolly
Dari 110 tersisa 36 warga penderita HIV/AIDS eks lokalisasi Dolly
Pemkot Surabaya jamin eks lokalisasi Dolly sudah bebas PSK

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.