LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sudah 3 Presiden PKS tegur mulut tajam Fahri Hamzah

Di salah satu stasiun TV, Fahri mengakui jika tak semua anggota DPR itu pintar, bahkan ada yang rada-rada beloon.

2015-08-27 08:54:55
Fahri Hamzah
Advertisement

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang frontal dalam berkomentar di media massa. Tak jarang komentarnya menuai polemik bahkan sesama anggota DPR.

Terakhir, di salah satu stasiun TV, Fahri mengakui jika tak semua anggota DPR itu pintar, bahkan ada yang rada-rada beloon. Pernyataan itu keluar ketika Fahri ditanya soal pembangunan gedung baru DPR yang menuai pro dan kontra.

"Bayangkan, dalam tradisi demokrasi Anda harus memperkuat otak daripada dewan itu, karena orang dalam demokrasi itu tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk oleh presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri," kata Fahri.

"Bukan karena dia cerdas, tapi rakyat suka dia, makanya kadang-kadang banyak orang juga datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada beloon begitu. Tapi dalam demokrasi kita menghargai pilihan rakyat," imbuhnya.

Akibat ucapan ini, Fahri bakal dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Fahri juga sering kali membuat presiden ataupun mantan presiden PKS angkat bicara dan menegurnya.

Siapa saja presiden PKS yang sudah menegur Fahri Hamzah? Berikut dirangkum merdeka.com, Kamis (27/8):

Sohibul Iman

Presiden PKS Sohibul Iman angkat suara dengan pernyataan kadernya yang juga Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut banyak anggota DPR beloon. Adapun, kata dia, sudah seharusnya sebagai seorang pejabat publik, Fahri memiliki sikap yang santun.

"PKS ingin di ruang publik itu ada aturannya. Tentu ketika kita bicara harus terukur. Itu prinsip dasar yang kesantunan dan kepatutan yang kita pegang," kata Sohibul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8).

Walaupun mengaku sudah 'menyentil' Fahri, dia belum berpikir lebih jauh untuk memberikan sanksi. Yang terpenting, dia sudah mengingatkan Politikus asal NTB itu untuk menjaga sikapnya.

"Yang penting kepatutan dan kesantunan itu harus jadi perhatian kita," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam diskusi di televisi, Fahri menyebut banyak anggota DPR beloon tapi tetap bisa terpilih menjadi wakil rakyat, karena didukung konstituen. Pernyataan Fahri ini untuk mendukung adanya penguatan sistem demokrasi parlemen, yakni dengan bantuan staf ahli dan fasilitas pendukung lain.

Advertisement

Tifatul Sembiring

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring juga sempat dibuat gerah oleh Fahri Hamzah. Dia bahkan rela meminta maaf atas nama Fahri yang saat kampanye pilpres menyebut janji-janji Jokowi sinting.

"Soal ungkapan 'sinting' dari Fahri Hamzah, saya juga tidak setuju. Itu ungkapan yang kurang pantas. Kalau belum ada tokoh PKS yang minta maaf, maka saya Tifatul Sembiring atas nama PKS mohon maaf se-besar-besarnya kepada pihak-pihak yang tersinggung dengan ungkapan tersebut," kata Tifatul lewat twitternya, Jumat (1/8).

Menurut Tifatul, PKS akan mencoba menasihati Fahri Hamzah. Menurutnya tak pantas ucapan seperti itu terlontar dari mulut kader dakwah.

"Kami akan berupaya menasihati yang bersangkutan. Kami tidak pernah mengajarkan bahasa-bahasa kasar. Karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dakwah itu sendiri," katanya.

Pada Kamis (27/6) lalu, Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengeluarkan celotehannya terkait wacana Jokowi yang menjadikan 1 Muharram menjadi Hari Santri.

Melalui akunnya, @fahrihamzah, dia berceloteh, "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!"

Advertisement

Hidayat Nur Wahid

Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid juga pernah menegur sikap keras Fahri Hamzah. Kasusnya masih sama, Fahri yang menyebut ide Jokowi untuk menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri adalah sinting.

Jubir Timses Prabowo - Hatta, Tantowi Yahya mengatakan, saat ini situasi politik semakin panas. Dia mengimbau agar para pendukung tak melakukan suatu langkah yang negatif.

"Kita sudah tegur, kita sendiri sudah bilang jangan bicara seperti itu. Ini kan situasi memanas injury time, semua emosi pemain tersulut. Perilaku positif yang ingin kita sebarkan," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/7).

Dia menjelaskan, Fahri ditegur langsung oleh Hidayat Nur Wahid yang juga ketua fraksi PKS di DPR kala itu. Hidayat yang memberikan peringatan pada Fahri.

"Ngomong langsung. HNW sudah memberikan sentilan, beliau kan ketua fraksi," imbuhnya.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.