Sudah 3 hari api melahap 144 hektare lahan Gunung Ciremai
Agus menjelaskan kebakaran diketahui pada Minggu (30/9) sekitar pukul 12.00. Api diduga berasal dari kawasan Erpah Cibuntu lalu menyebar ke atas Arca Saninten.
Api masih melahap 144 hektare kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai(TNGC) yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Padahal, peristiwa tersebut terjadi sejak Minggu (30/9) lalu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan kebakaran meluas dan dari data terakhir sudah melahap 144 hektare dan diperkirakan akan terus bertambah.
"Tim gabungan juga berupaya membuat sekat bakar, agar kebakaran tidak semakin meluas," ujar Agus di Kuningan, Selasa (2/10), seperti diberitakan Antara.
"Sekarang masih penanganan karena api belum sepenuhnya padam," tambahnya.
Agus menjelaskan kebakaran diketahui pada Minggu (30/9) sekitar pukul 12.00. Api diduga berasal dari kawasan Erpah Cibuntu lalu menyebar ke atas Arca Saninten.
Sementara untuk lokasi kebakaran merupakan daerah perbukitan yang di dominasi tumbuhan alang-alang dan perdu dengan kondisi lahan bebatuan pada ketinggan 500-1300 M di atas permukaan laut.
"Kawasan yang terbakar merupakan semak belukar atau tepatnya alang-alang," katanya.
Dalam waktu satu bulan ini kawasan TNGC sudah tiga kali terbakar. Kebakaran pertama menghanguskan sekitar 94 hektare, kemudian pada kebakaran kedua sekitar 9,8 hektare.
Baca juga:
Cerita petugas terperosok & tercebur sungai saat padamkan api karhutla di PPU
Kekurangan personel, BPBD kesulitan padamkan kebakaran di Gunung Ceremai
Pembakar hutan kawasan Gunung Sindoro adalah petani yang mau buka lahan
Hutan di Gunung Sadran Ponorogo terbakar
BPBD Jateng pakai pawang hujan padamkan kebakaran di Gunung Sindoro dan Sumbing
Pemadaman kebakaran lereng Gunung Sindoro dan Sumbing andalkan pawang hujan