Sudah 15 Terduga Teroris Ditangkap Pascabom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap tiga orang terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Mereka diamankan pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).
Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap tiga orang terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Mereka diamankan pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, total yang telah ditangkap oleh Densus 88 secara keseluruhan sebanyak 15 orang. Tiga di antaranya yang baru saja ditangkap itu adalah I (40), NM (45) LAM (25).
"Kemarin telah dilakukan penangkapan lagi terhadap seorang laki-laki inisial I (40), I ini adalah masuk dalam kelompok Villa Mutiara. Sekarang sedang pendalaman sejauh mana keterlibatan I dalam aktivitas JAD di Makassar. Jadi untuk di Makassar sampai dengan saat ini telah diamankan delapan orang," kata Rusdi kepada wartawan, Rabu (31/3).
Kemudian, untuk NM ditangkap di Tulungagung, Jawa Timur dan LAM ditangkap di Nganjuk, Jawa Timur. Keduanya berjenis kelamin laki-laki.
"Mereka masuk dalam kelompok JAD di wilayah Tulungagung dan Nganjuk. Dari mereka diamankan dua buah senjata api, laptop, handphone dan beberapa buku tentang Fiqih Jihad, ini sedang didalami oleh Densus 88 di Jawa Timur untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan terorisme di Jawa Timur dan pada umumnya di tanah air," ujarnya.
Meski begitu, Rusdi menjelaskan belum ada hubungan antara terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur dan Makassar.
"Sampai saat ini belum ada relasi antara Jawa Timur dengan Makassar, jadi terputus ya. Ini sedang didalami kelompok yang ada di Jawa Timur, walaupun mereka masuk dalam kelompok JAD," tegasnya.
Selain itu, untuk penangkapan terhadap terduga teroris yang ada di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur. Sampai saat ini masih didalami, apakah ada kaitannya dengan kejadian yang di Makassar atau tidak.
"Sampai saat ini masih didalami oleh Densus ya, Densus sedang berkerja tentunya secara profesional, untuk dapat seluruhnya memperjelas kasus-kasus yang terjadi ya. Baik yang ada di Makassar, Bima maupun yang ada di Jakarta. Sekarang juga ada di Jawa Timur, itu akan dituntaskan semuanya," pungkasnya.
Baca juga:
Jusuf Kalla Minta Pengurus Masjid Tegur Jika Ada Kajian Digelar Sambil Bisik-Bisik
Virus Radikalisme di antara Wahabi dan Milenial
Lagi! Polisi Tangkap 1 Tersangka Terkait Bom Makassar, Total 8 Orang
Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Bom di Gereja Katedral Makassar
Peneliti Terorisme Sebut Kelompok JAD Ada yang Beroperasi di Media Sosial
Cegah Aksi Simpatik Bom Bunuh Diri di Makassar, BNPT Maksimalkan Pembinaan Napiter