Suami Marwah Daud sebut padepokan Dimas Kanjeng seperti bazar murah
Suami Marwah Daud sebut padepokan Dimas Kanjeng seperti bazar murah. Suami Marwah Daud, Ibrahim Tadju akhirnya memenuhi panggilan polisi terkait kasus Dimas Kanjeng. Ibrahim yang merupakan konsultan Dimas Kanjeng datang di gedung Ditreskrimum sekitar pukul 11.00 WIB.
Suami Marwah Daud, Ibrahim Tadju akhirnya memenuhi panggilan polisi terkait kasus Dimas Kanjeng. Ibrahim yang merupakan konsultan Dimas Kanjeng datang di gedung Ditreskrimum sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat datang, dia didampingi kuasa hukumnya Isya Yulianto, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Sebelumnya, panggilan pertama Ibrahim mengaku kalau sedang sakit di pinggang.
"Saya bukan sembunyi ataupun melarikan diri. Tapi pinggang saya itu sakit, urat seperti tertarik," aku Ibrahim Tadju, Rabu (19/10).
Dalam pemeriksaan sebagai saksi, dia mengaku kalau pertanyaan penyidik itu mengenai kegiatan ataupun aktivitas yang ada di Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi.
"Hanya diperiksa, ditanya penyidik itu di dalam Padepokan itu seperti apa. Dan saya jelaskan kalau banyak kegiatannya," ucapnya.
"Iya seperti ada bazar murah gitu saja," tambahnya.
Ibrahim Tadju diperiksa terkait dengan Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi. Karena, dalam struktur organisasi Ibrahim sebagai konsultan di Padepokan Dimas Kanjeng yang ada di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Untuk, tersangka Taat Pribadi yang ditangkap pada 22 September 2016 tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua pengikutnya, yakni Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Kemudian, juga sebagai tersangka penipuan, penggandaan uang.(mdk/eko)