Stasiun Klakah Diusulkan Berganti Nama Jadi Stasiun Lumajang, Ini Alasannya
Indah menegaskan, transportasi publik berperan penting dalam promosi jangka panjang pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan pergantian nama Stasiun Klakah menjadi Stasiun Lumajang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat branding daerah dan menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Pergantian nama ini bukan hanya soal simbol, tapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Lumajang kepada wisatawan. Ini akan mempermudah wisatawan dalam mengenali dan mengakses destinasi kami,” ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati, Jumat (16/5/2024).
Indah menegaskan, transportasi publik berperan penting dalam promosi jangka panjang pariwisata. Pemerintah juga meminta PT KAI untuk mendukung upaya ini melalui berbagai kanal informasi, baik di stasiun maupun dalam kereta.
Stasiun Direnovasi Total Tahun Ini
Menanggapi hal ini, Kepala DAOP 9 Jember Hengky Prasetyo menyatakan, Stasiun Klakah akan segera menjalani renovasi besar-besaran guna meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Tahun ini kami mulai renovasi menyeluruh di Stasiun Klakah. Fasilitas akan diperbarui agar lebih modern dan nyaman. Semoga kerja sama ini bisa mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Lumajang,” ujar Hengky.
Langkah ini diharapkan mempercepat konektivitas transportasi sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Lumajang, seperti:
- Air Terjun Tumpak Sewu
- Pantai Watu Dodol
- Gunung Semeru yang terkenal hingga mancanegara
Pergantian nama dan renovasi stasiun menjadi bagian dari rencana jangka panjang pembangunan infrastruktur dan penguatan identitas kota Lumajang sebagai destinasi wisata utama di Jawa Timur.