Stafsus Jokowi Sebut Ada 3 Isu Besar yang Harus Jadi Fokus PBNU
Dia menilai duet Kiai Miftah-Gus Yahya menjadi representasi supremasi ulama sepuh dan gerbong muda NU. Selain itu, kata dia, duet Kiai Miftah dan Gus Yahya juga memunculkan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat Indonesia.
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Aminuddin Ma'ruf mengatakan ada tiga isu besar yang harus menjadi program Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan ketua umum Yahya Cholil Staquf dan Rois Aam Miftahul Ahyar.
Pertama, persoalan penyiapan sumber daya manusia anak muda NU menjelang satu abad Indonesia 2045. Kedua, pengarusutamaan gerakan kebangkitan ekonomi baik jamiyyah maupun jemaah NU.
"Ketiga berkaitan tentang dakwah Islam ahlu sunnah wal jemaah yang mempunyai tantangan berat di komunitas profesional kelas ekonomi menengah, anak muda, dan wilayah perkotaan," jelas Aminuddin dikutip dari siaran pers, Sabtu (25/12).
Dia menilai duet Kiai Miftah-Gus Yahya menjadi representasi supremasi ulama sepuh dan gerbong muda NU. Selain itu, kata dia, duet Kiai Miftah dan Gus Yahya juga memunculkan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat Indonesia.
"Duet Kiai Miftah-Gus Yahya merepresantasikan supremasi ulama sepuh sebagai legitimasi ideologi dan moral dengan gerbong muda NU yang memiliki visi dan pandangan yang lebih up to date dengan tantangan-tantangan di tengah perubahan tatanan masyarakat dunia yang terus berubah cepat," jelas Kader Muda NU itu.
"Duet Kiai Miftah bersama Gus Yahya memunculkan ekspektasi tinggi tidak hanya dari Nahdliyin tapi juga rakyat Indonesia," sambung dia.
Di sisi lain, Amiduddin menyampaikan terima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas pengabdian sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2021. Menurut dia, Muktamar ke-34 NU mengukuhkan NU sebagai organisasi yang terbuka, inklusif dan adaptif dengan segala perubahan.
"Terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran PBNU 2015-2021 khususnya kepada Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA atas pengabdian dan kesuksesannya memimpin NU selama dua periode," tutur Aminuddin.
Seperti diketahui, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021-2026, dalam pemilihan yang dilakukan dalam Muktamar ke-34 NU ke-34, yang digelar di Lampung, Jumat (24/12).
Gus Yahya mengantongi 337 suara, unggul dari calon inkumben yakni KH Said Aqil Siradj yang hanya mendapatkan 210 suara. Adapun satu suara tidak sah.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU
Gerindra Berharap Pemimpin Baru PBNU Kuatkan Toleransi
Gus Yahya Siapkan Dua Agenda Besar NU
Wapres Ma'ruf Amin: NU Mitra Pemerintah Paling Setia
Wapres: PBNU Dikendalikan Pilot Handal, Situasi Segawat Apapun Dapat Diatasi
Gus Yahya Ungkap Suasana Saat Pemilihan Ketum PBNU: Saking Asyiknya, Kami Lupa Tidur