Stadion Pakansari dan SUGBK Jadi Kandang Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026
Timnas Indonesia akan menggunakan Stadion Pakansari untuk fase grup Piala ASEAN 2026, sementara SUGBK disiapkan untuk babak semifinal dan final, menarik perhatian penggemar sepak bola nasional.
Tim Nasional Indonesia akan memulai perjalanannya di turnamen sepak bola bergengsi ASEAN Hyundai Cup 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF, dengan menggunakan Stadion Pakansari di Bogor sebagai markas utama untuk dua pertandingan kandang di babak grup. Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), menyoroti perencanaan strategis untuk memastikan kesiapan tim dan fasilitas terbaik. Turnamen ini akan berlangsung pada Juli dan Agustus 2026, menandai edisi ke-16 dari kejuaraan sepak bola putra internasional dwi-tahunan Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tim kuat seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. Dalam fase grup ini, skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua laga kandang dan dua laga tandang. Pertandingan kandang yang akan dimainkan di Stadion Pakansari meliputi laga melawan Kamboja pada 27 Juli dan kemudian menghadapi rival sengit Vietnam pada 3 Agustus.
Apabila Timnas Indonesia berhasil melaju dari babak grup dan mencapai fase semifinal, kandang mereka akan berpindah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta. Perubahan lokasi ini menunjukkan optimisme PSSI terhadap performa tim serta kesiapan untuk menampung jumlah penonton yang lebih besar di babak-babak krusial turnamen. Jadwal lengkap fase grup akan berlangsung dari 24 Juli hingga 8 Agustus, dengan babak gugur dimulai pada 15 Agustus dan final pada 26 Agustus 2026.
Pemilihan Stadion Pakansari untuk Fase Grup
Managing Director GSI, Marsal Masita, menjelaskan bahwa pemilihan Stadion Pakansari untuk dua pertandingan kandang fase grup Piala ASEAN 2026 didasari oleh pertimbangan realistis terkait proyeksi jumlah penonton. Menurut Marsal, pertandingan di babak grup diperkirakan tidak akan menarik animo penonton sebanyak di babak-babak akhir. Oleh karena itu, Stadion Pakansari dengan kapasitas sekitar 30.000 penonton dianggap sebagai pilihan yang paling masuk akal dan efisien.
Keputusan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas stadion sesuai dengan potensi kehadiran suporter. Marsal Masita menyatakan, "Karena kita lihat juga ya, pertandingan-pertandingan di group stage kita kayaknya agak sulit kalau kita expect 60.000 penonton. Jadi Pakansari rasanya punya kapasitas yang pas buat kita lakukan dua home group stage yaitu lawan Vietnam dan Kamboja." Hal ini menunjukkan pendekatan yang cermat dalam manajemen logistik dan pengalaman pertandingan bagi para penggemar.
Kesiapan dan Kondisi Stadion Pakansari
Mengenai kondisi Stadion Pakansari, yang sempat mengalami masalah pada bagian atapnya, Marsal Masita memastikan bahwa permasalahan tersebut telah teratasi dan stadion siap digunakan. Tim PSSI telah melakukan peninjauan langsung dan mengonfirmasi kesiapan fasilitas tersebut. Renovasi yang dilakukan pada bulan ini fokus pada perbaikan atap yang rusak serta perawatan kualitas rumput lapangan, memastikan standar yang memadai untuk pertandingan internasional.
Marsal menambahkan bahwa masih ada cukup waktu untuk persiapan, mengingat pertandingan pertama Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026 akan berlangsung setelah Piala Dunia 2026, yaitu pada akhir Juli. "Aman-aman (kondisinya), tim PSSI sudah ke sana kemarin. Artinya persiapannya kan masih cukup ada waktu nih. Pertandingan game kita kan setelah World Cup (Piala Dunia 2026), jadi 20-an akhir Juli. Jadi masih ada waktu, tidak ada masalah," jelasnya.
Gelora Bung Karno Siap Sambut Semifinal dan Final
Optimisme PSSI terhadap perjalanan Timnas Indonesia di Piala ASEAN 2026 terlihat dari rencana penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk babak semifinal dan final. SUGBK, dengan kapasitas yang jauh lebih besar, disiapkan untuk menampung lonjakan penonton yang diperkirakan akan memadati stadion jika Timnas Indonesia berhasil melaju ke babak-babak penentuan. Ini merupakan strategi untuk memaksimalkan dukungan suporter di momen-momen krusial turnamen.
PSSI telah mendaftarkan SUGBK kepada AFF sebagai venue untuk babak semifinal dan final, menunjukkan keseriusan dalam persiapan dan harapan untuk meraih gelar juara. "Dan insyaallah kalau kita masuk semifinal, semoga lawan Malaysia, dan final lawannya siapa pun, kita akan main di GBK. Itu yang kita daftarkan ke AFF," kata Marsal Masita. Harapan untuk bertemu Malaysia di semifinal juga menyiratkan potensi laga sarat gengsi yang akan semakin memeriahkan turnamen.
Sumber: AntaraNews