Sri Wahyuni awalnya masuk tim cadangan Indonesia di Olimpiade Brazil
Pelatih mengakui Sri Wahyuni memang memiliki mental juara.
Olimpiade Rio de Janiero Brazil, menjadi kado manis Sri Wahyuni untuk Indonesia di cabang olah raga angkat besi. Medali pertama yang ditorehkan itu tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Apalagi Sri Wahyuni pernah akan menjadi pemain pelapis di ajang paling bergengsi seantero.
Hal itu diceritakan ayah Sri, Candiana (44) saat dijumpai merdeka.com, Rabu (10/8) di Kampung Bojong Pulus RT 4 RW 2, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
"Da Neng Yuni (panggilan Sri Wahyuni) mah asalnya sempat mau jadi tim bayangan ke Brazil tuh," kata Candiana.
PABBSI lanjut dia, pernah sanksi dengan Sri lantaran saat uji coba kejuaraan angkat besi dunia di Amerika awal 2016 lalu gagal. "Berat badannya naik sampai 53 kilogram. Jadi awalnya memang bisa cadangan."
Tapi sang pelatih, melihat mental juara yang dimiliki dara kelahiran Bandung 21 tahun silam itu. "Kata pelatih, Sri punya mental juara. Orangnya cuek, enggak gampang demam panggung," ungkapnya.
Sabtu atau Minggu 7 Agustus WIB, Sri benar-benar menjawab semua keraguan. Sri meraih perak pada kelas 48 kilogram dengan total angkatan 192 kilogram. Sri hanya kalah dari atlet Thailand Sopia Tanasan dengan total angkatan 200 kilogram.
Dia merasa bangga dengan apa yang diraih Sri, di ajang olimpiade Brazil. Dia tahu benar bahwa perjuangan Sri sejak kecil akan berbuahkan hasil. "Saya bangga dan sedih. Sedihnya bahagia, semua tetangga langsung memberi tahu bahwa Neng Yuni dapat medali," ungkapnya.
Sri lewat raihan peraknya itu membuka keran medali bagi atlet lainnya. Kemarin, Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi pria, mampu mempersembahkan gelar perak kedua bagi Indonesia.
Baca juga:
Sri Wahyuni, dari gang sempit harumkan Indonesia di dunia
2 Atlet angkat besi Indonesia raih medali perak di Olimpiade Brazil
Pemprov Jabar tak janjikan bonus Sri Wahyuni peraih perak Olimpiade
4 Fakta atlet Bandung dan Lampung raih medali Olimpiade Brazil