LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Spanduk 'Tegak Lurus Nderek Megawati' di Tengah Persaingan Gibran dan Purnomo

Puluhan spanduk berlogo PDIP bermunculan di sudut Kota Solo. Ada yang bertuliskan 'Kader PDIP Kota Solo, Tegak Lurus Nderek Ibu Hj Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP'. Ada juga spanduk lainnya bertuliskan 'Kami Kaum Marhaenis Solo, Tegak Lurus Instruksi Ketua Umum PDIP Perjuangan'.

2019-12-19 12:52:13
Pilkada Solo
Advertisement

Konstalasi politik di internal PDI Perjuangan jelang Pilkada Solo 2020 makin memanas. Setelah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming mendaftarkan diri melalui DPD PDIP Jawa Tengah. Gibran diantar barisan pendukungnya. Achmad Purnomo yang juga bersaing dalam perebutan tiket bakal calon wali kota dari PDIP pun ikut beraksi.

Puluhan spanduk berlogo PDIP bermunculan di sudut Kota Solo. Ada yang bertuliskan 'Kader PDIP Kota Solo, Tegak Lurus Nderek Ibu Hj Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP'. Ada juga spanduk lainnya bertuliskan 'Kami Kaum Marhaenis Solo, Tegak Lurus Instruksi Ketua Umum PDIP Perjuangan'.

Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa mengaku tak mengetahui pemasang spanduk tersebut. Pihaknya telah mendiskusikan persoalan tersebut bersama pengurus lainnya.

Advertisement

"Kalau mereka pasangnya di rumah kader tidak masalah. Kalau pasangnya di jalan jelas itu menyalahi aturan Pemkot Solo," ujar Teguh (19/12).

Ikut Perintah Mega

Dia menegaskan, siapapun yang memasang spanduk dengan simbol logo PDIP, harus jelas pemasangnya. Jika ada yang mengatasnamakan kaum marhaenis, konotasinya sangat luas.

Advertisement

"Kami tidak merasa memasang dan memerintahkan pemasangan spanduk itu. Namun, untuk isi tulisannya kita tidak ada masalah," katanya.

Dia menegaskan, secara prinsip sebagai kader dan anggota partai, harus tegak lurus pada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia berkomitmen untuk tetap menunggu rekomendasi.

"Siapa yang dapat rekomendasi kita dukung sesuai perintah Ketua Umum," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.