Sosok AM Fatwa di mata PKS: Gigih, teguh pendirian, dan idealis
Fraksi PKS turut berduka cita atas meninggalnya Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD AM Fatwa pada Kamis (14/12) pagi. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku mengenal AM Fatwa sebagai tokoh perlawanan otoritarianisme.
Fraksi PKS turut berduka cita atas meninggalnya Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD AM Fatwa pada Kamis (14/12) pagi. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengaku mengenal AM Fatwa sebagai tokoh perlawanan otoritarianisme.
"Atas nama pimpinan, anggota dan keluarga besar Fraksi PKS kami mengucapkan turut berduka atas meninggalnya almarhum Bapak AM Fatwa. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, kita semua tahu kiprah dan perjuangan beliau," kata Jazuli melalui keterangan tertulisnya.
Menurutnya, AM Fatwa layak dijadikan guru dan teladan karena aktif memperjuangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebenaran.
"Beliau oang yang sangat gigih, teguh pendirian, dan idealis dalam memegang prinsip. Terbukti penjara bertahun-tahun tidak menggoyahkan perjuangan dan idealismenya. Beliau juga orang yang kuat pembelaannya terhadap umat," terangnya.
Jazuli berharap semua pihak bisa meneladani pemikiran dan gagasan AM Fatwa dalam berpolitik. "Semoga kita semua mampu meneladani kiprahnya dan semoga Allah SWT menerima amal dan perjuangannya," tukasnya.
Andi Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa, anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi DKI Jakarta tutup usia pada pukul 06.25 di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan. AM Fatwa meninggal di usia 78 tahun.
AM Fatwa dikenal sebagai aktivis yang mengkritik rezim orde baru bersama kelompok Petisi 50. Dia kemudian terjun ke dunia politik setelah reformasi dan merupakan deklarator Partai Amanat Nasional. Fatwa juga pernah menjadi wakil ketua DPR dan wakil ketua MPR.
Baca juga:
Jenazah AM Fatwa akan dimakamkan di TMP Kalibata selepas Ashar
Cerita Zulkifli Hasan dapat pesan terakhir dari AM Fatwa
AM Fatwa meninggal dunia, SBY hingga AHY melayat ke rumah duka
Tangis keluarga warnai kedatangan jenazah AM Fatwa di rumah duka
Fahri Hamzah kenang AM Fatwa saat Soeharto lengser tahun 1998