Sopir bus muat sempat mengakali rem yang bermasalah pakai baut
Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni menuturkan, sopir sempat mengadu ke pihak manajemen terkait adanya masalah rem. Setelah menerima konfirmasi ke manajemen, sopir diberi petunjuk untuk memperbaiki sementara sistem pengereman agar bus tetap bisa berjalan.
Manajemen bus pariwisata Premium Passion akan dipanggil Polres Subang, terkait kecelakaan yang menyebabkan 27 orang meninggal dunia di Subang, Sabtu kemarin. Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni menuturkan, pemanggilan itu dilakukan karena berdasarkan keterangan saksi-saksi, sopir sempat mengadu ke pihak manajemen terkait adanya masalah rem.
Setelah menerima konfirmasi ke manajemen, sopir diberi petunjuk untuk memperbaiki sementara sistem pengereman agar bus tetap bisa berjalan.
"Saat memperbaiki dia sudah konfirmasi ke manajemen untuk mengambil inisiatif itu. Sehingga dia inisiatif memotong karet yang bocor dan diakali dengan baut supaya enggak bocor," kata Joni, Senin (12/2). Dikutip dari Antara.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa saat meninjau lokasi kecelakaan mengatakan sopir sempat memberikan foto-foto kepada pihak manajemen terkait adanya gangguan sistem rem.
Pihak manajemen kemudian memberikan petunjuk untuk merekayasa sistem pengereman agar bus tetap jalan.
Berdasarkan keterangan tersebut, tidak menutup kemungkinan baik sopir maupun manajemen bus dapat ditetapkan sebagai tersangka akibat kelalaian mereka.
"Kemudian kita akan analisa lebih mendalam, hasilnya baru diketahui setelah sehari hingga dua hari (pemeriksaan)," kata dia.
Baca juga:
RSUD Tangsel rawat 13 pasien korban kecelakaan tanjakan Emen
Manajemen bus bakal diperiksa terkait kecelakaan maut di tanjakan Emen
Kakorlantas: Manajemen bus harus tanggung jawab kecelakaan di tanjakan Emen
Jasa Raharja bayarkan santunan para korban tanjakan Emen
Ini penyebab kecelakaan bus maut di Tanjakan Emen yang tewaskan 27 orang