LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sopir angkot di Makassar demo, penumpang terlantar

Aksi mogok yang dimotori Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar. Beberapa sopir angkot merazia rekannya yang nekat beroperasi. Penumpang angkot terpaksa diturunkan di tengah jalan.

2017-02-06 15:39:40
Supir angkot demo
Advertisement

Para sopir angkot atau akrab disebut pete-pete di Makassar, menggelar aksi mogok, Senin (6/2). Akibatnya, penumpang angkutan umum terlantar. Aksi mogok yang dimotori Organisasi Angkutan Darat (Organda) Makassar ini awalnya digelar di depan kantor Samsat di jl AP Pettarani, DPRD Sulsel dan DPRD Makassar.

Beberapa sopir angkot merazia rekannya yang nekat beroperasi. Penumpang angkot terpaksa diturunkan di tengah jalan. Seperti diami Riska (14) dan Lisa (14). Dua siswi SMP 2 ini kesulitan pulang ke rumah karena tidak ada angkutan umum yang biasa digunakan. Meski sudah menunggu lebih dari dua jam, tidak ada satupun angkot yang melintas di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani. Padahal persimpangan ini biasanya ramai dilalui angkot.

"Pak polisi bilang tadi nanti ada bus yang datang untuk mengantar jadi kita disuruh menunggu," ujar Riska.

Advertisement

Kasat Lalu Lintas Polrrestabes Makassar, AKBP Hamka Mappaita sudah memprediksi penumpang akan terlantar akibat demo sopir angkot. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak TNI dan diturunkan 10 unit truk untuk mengangkut warga yang terlantar gara-gara aksi mogok. Polri menyiapkan 50 unit bus dan mobil patroli kecil untuk membantu masyarakat.

Diketahui, aksi mogok sopir angkot menuntut penolakan kenaikan biaya pengurusan STNK. Mereka juga menyerukan penolakan terhadap Pete-pete Smart yang dinisiasi Pemkot Makassar karena dinilai merugikan pete-pete konvensional. Selain itu mereka juga menolak angkutan aplikasi on line karena akan mematikan angkutan konvensional yang ada saat ini seperti angkot dan taksi.

"Kita juga meminta agar angkutan illegal ditindak tegas dan ditertibkan," kata Sainal Abidin, ketua Organda Makassar.

Advertisement

Sementara Syamsuddin Karlos, anggota Komisi D di DPRD Sulsel saat menerima pengunjuk rasa menyatakan dengan tegas siap mundur sebagai anggota DPRD Sulsel jika ke depan pemerintah dan terkait seperti pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan masih membiarkan angkutan aplikasi on line tidak resmi masih beroperasi.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.