Solo PPKM Level 3, Gibran Minta Kegiatan Ekonomi Tetap Berjalan
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 kembali diterapkan di Solo. Wali Kota Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat tak khawatir dan seluruh kegiatan perekonomian tetap berjalan, meskipun kasus penularan Covid-19 masih tinggi.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 kembali diterapkan di Solo. Wali Kota Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat tak khawatir dan seluruh kegiatan perekonomian tetap berjalan, meskipun kasus penularan Covid-19 masih tinggi.
Diketahui, Kota Solo menjadi bagian aglomerasi Solo Raya bersama 6 kabupaten sekitar, yakni Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen dan Wonogiri. Kawasan ini ditetapkan naik status menjadi PPKM Level 3.
"Kita level 3 sekarang, aglomerasi. Tidak perlu takut, tidak perlu panik," ujar Gibran, Selasa (22/2).
Terkait adanya pembatasan baru dalam kegiatan sehari-hari, Gibran mengaku tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Wali Kota terbaru. Putra sulung Presiden Jokowi itu memastikan tidak akan ada perubahan yang signifikan dalam SE yang baru nanti. Pembatasan hanya diterapkan pada jumlah orang yang terlibat dalam sebuah kegiatan.
"Untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jalan terus. Pembatasannya masih wajarlah," tandasnya.
Puncak Kasus Diperkirakan Tiga Pekan Lagi
Aturan rinci soal pembatasan akan tertuang dalam SE terbaru Wali Kota Solo yang rencananya akan diterbitkan pada pekan ini.
Gibran memperkirakan, penyebaran kasus Covid-19 di Kota Solo akan sampai pada titik puncaknya sekitar dua atau tiga pekan lagi. "Harapannya tidak akan sampai selama itu lah," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Solo, hingga Senin (21/2), total ada sebanyak 3.058 warga terpapar virus corona. Sebanyak 98 orang di antaranya dirawat di rumah sakit.
(mdk/yan)