LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sohibul: Mereka yang radikal, kalau sudah masuk PKS jadi moderat

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menerima 13 duta besar perwakilan negara Uni Eropa di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/6). Dalam pertemuan itu, salah satunya membahas pandangan PKS tentang terorisme

2018-06-26 20:51:50
PKS
Advertisement

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menerima 13 duta besar perwakilan negara Uni Eropa di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/6). Dalam pertemuan itu, salah satunya membahas pandangan PKS tentang terorisme.

Sohibul pun lantang mengatakan bahwa pihaknya mengutuk paham terorisme. PKS sendiri adalah kanal moderasi. maka dari itu, jika masuk PKS, para korban yang sudah terlanjur radikal bisa menjadi moderat kembali.

"Mereka (perwakilan Uni Eropa) juga bicarakan sikap PKS dan terorisme. Kami berulang kali tekankan PKS mengutuk semua itu. Saya katakan di depan mereka, PKS ini justru adalah kanal moderasi. Mereka yang punya kecenderungan radikal, kalau sudah masuk PKS jadi moderat. Jadi jangan khawatir dengan sikap PKS. PKS konsisten dengan itu semua," kata Sohibul di DPP PKS.

Advertisement

Sohibul bercerita, dirinya menyesalkan ada pelajaran anak TK disebut sebagai bibit radikalisme yakni tepuk tangan anak sholeh. Dia menginginkan perlu ada pemahaman bersama dari berbagai pihak tentang makna dari kata radikal.

"Di sini kita perlu duduk bareng, misalnya, mohon maaf, kami nggak habis pikir ada yang melihat pelajaran TK untuk baca Alquran untuk belajar doa dan ada tepuk anak saleh itu dianggap sebagai benih-benih radikalisme. Yang seperti ini menyakitkan sekali, bagaimana kita mengajarkan hal basic di dalam Islam tapi dikatakan benih radikal. Jadi saya kira kita harus duduk bareng bicara itu," ucapnya.

PKS pun mengajak seluruh elemen masyarakat duduk bersama, meluruskan yang disebut radikal itu seperti apa. Jika seluruh pihak tidak meluruskan, Sohibul menyebut akan terjebak terus pada posisi oposisi linier.

Advertisement

"Lo di sana, gua di sini. Ini saya pikir tidak baik bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Baca juga:
Usai SBY, Presiden PKS Sohibul Iman akan bertemu Jusuf Kalla malam ini
Bertemu 13 Dubes negara Uni Eropa, PKS bahas radikalisme hingga kelapa sawit
Fahri Hamzah batal cabut laporan, Polda Metro lanjut selidiki kasus Presiden PKS
PKS puji langkah pemerintah tetapkan 27 Juni sebagai hari libur nasional
PKS makin ugal-ugalan, alasan Fahri batal cabut laporan terhadap Sohibul Iman

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.