Sofyan Djalil tak masalah petinggi BUMN berlatar parpol
"Semua warga negara punya hak pada jabatan publik yang penting kompetensi."
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil tak masalah petinggi BUMN berlatar partai politik atau tim sukses Jokowi-JK. Sebab, dia meyakini mereka terpilih lantaran memiliki kompetensi.
"Semua warga negara punya hak pada jabatan publik yang penting kompetensi. Jadi kompetensi orang beda-beda, dan ini hal yang umum. Dulu waktu jadi menteri BUMN, saya juga angkat 1-2 orang di sebuah BUMN," kata Sofyan, di Jakarta, Kamis (19/3).
Dia hanya menekankan bahwa petinggi BUMN itu sebaiknya sudah tidak lagi menjadi pengurus partai politik.
"Tapi kalau sudah mengundurkan diri dari parpol nggak masalah. Anggota saja juga nggak apa-apa. Yang penting melihat kompetensi dan orang itu diangkat bukan karena partai politiknya tetapi karena kompetensinya," ungkapnya
Sekedar informasi, pemerintah sudah melakukan perombakan pucuk pimpinan sejumlah bank pelat merah. Menariknya terselip beberapa nama memiliki kedekatan dengan partai politik.
Semisal, Komisaris Independen Bank Mandiri Dwi Rembulan Sinaga. Dia adalah politisi PDI Perjuangan gagal melaju menjadi anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2009.
Kemudian, Komisaris Independen BNI Pataniari Siahaan. Dia merupakan politisi PDI-P menjadi anggota DPR periode 1999-2004 dan 2004-2009.
(mdk/yud)