LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Soeharto tak bisa jadi pahlawan nasional sebelum TAP MPR dicabut

Masinton menegaskan, Soeharto adalah sosok yang bermasalah dan tidak layak diberi gelar pahlawan nasional.

2016-05-20 11:11:25
Pahlawan Nasional
Advertisement

Salah satu keputusan Munaslub Partai Golkar adalah memperjuangkan agar mantan Presiden Soeharto dijadikan pahlawan nasional. Namun upaya ini mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Salah satunya, Politikus PDIP Masinton Pasaribu. Menurutnya masih ada TAP MPR‎ nomor 11 tahun 98. Di dalamnya termuat perihal dalam pasal 47 yaitu pengadilan terhadap mantan Presiden Soeharto dan kroninya.

"TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu lahir dari suasana kebatinan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama 30 tahun dipraktikkan oleh rezim Orde Baru Soeharto," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5).

"Nah, masak orang bermasalah diberikan gelar pahlawan. Kemudian dalam UU Nomor 20 tahun 2009 juga diatur azas-azas itu," imbuhnya.

Menurut anggota komisi III DPR ini, dalam TAP MPR nomor 11 juga undang-undang No.20 tahun 2009, Soeharto tidak memenuhi syarat pemberian gelar. "Jelas-jelas satu kesepakatan institusi tertinggi negara saat itu MPR menyatakan Soeharto harus diadili, masa diberikan gelar," tuturnya.

Maka dari itu menurut Masinton, jika ingin Soeharto menjadi pahlawan, TAP MPR harus dicabut terlebih dahulu. Selain itu peraturan perundang-undangan yang membatasinya juga harus diubah.

Baca juga:
PDIP mengutip Gus Dur: Soeharto jasanya besar, dosanya juga besar
Fadli Zon anggap Soeharto layak jadi pahlawan nasional
4 ABG yang duduki patung pahlawan diantar guru & orangtua ke polisi
Remaja berfoto sambil duduki patung Letda Sujono di Sumut diamankan
Pemuda kini mudah lecehkan pahlawan & lambang negara, pertanda apa?
Ubah pandangan soal pesantren, kader NU luncurkan buku kiai pejuang

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.