Soal penyiram Novel, Polri ngaku sudah minta dukcapil cari wajah mirip sketsa pelaku
"Kita masih kejar itu, kita masih melakukan proses scientific investigation beberapa keterangan petunjuk yang ada, TKP itu hampir berulang-ulang kita lakukan proses penguatan olah TKP, karena TKP itu awal dari pengungkapan kasus," ujarnya.
Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, hingga kini masih berkeliaran bebas. Meskipun, pihak kepolisian sudah membuat beberapa sketsa wajahnya.
Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, mengatakan pihaknya sudah meminta kembali kepada Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk mencari pelaku yang mirip dengan sketsa tersebut.
"Dukcapil sudah (kerjasama), dan bahkan kita minta lagi," katanya di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4).
Sedangkan penyidik, kata dia, masih melakukan rangkaian petunjuk atas kasus itu. Apalagi penyidik telah melakukan beberapa kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kita masih kejar itu, kita masih melakukan proses scientific investigation beberapa keterangan petunjuk yang ada, TKP itu hampir berulang-ulang kita lakukan proses penguatan olah TKP, karena TKP itu awal dari pengungkapan kasus," ujarnya.
Ditambahkan Iqbal, penyidik telah mendata toko-toko yang menjual bahan yang disiram kepada Novel.
"Ada ratusan tokoh kimia sudah kita datangi dan lain-lain banyak, CCTV bahkan kita sudah minta Australian Federal Police untuk ikut membantu kita untuk ungkap kasus ini. Artinya apa Polda Metro Jaya sudah bekerja sangat keras dan cukup maju," pungkasnya.
Baca juga:
Dapat banyak kritik soal tangani kasus Novel, ini jawaban polisi
Mabes Polri desak Novel ungkap jenderal terlibat penyiraman air keras
Kasus penyerangan Novel genap setahun, Wapres JK desak polisi cepat tangkap pelaku
Setahun kasus air keras Novel, Polri klaim sudah periksa 80 saksi
Kakak Novel Baswedan: Jika Polri berani pasti perkara ini sudah tuntas
Cerita Novel ke istri ada 'orang besar' di balik kasus penyiraman air keras
Besok satu tahun Novel diserang, ini kata polisi