Soal Laut China Selatan, DPR Nilai Jokowi Cerdik Pilih Andika jadi Panglima TNI
Menurutnya, suka tidak suka harus diakui bahwa Jenderal Andika adalah didikan Amerika Serikat.
Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilai, dipilihnya Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI merupakan langkah cerdik Presiden Jokowi. Hal ini untuk memberikan keseimbangan dari dua poros besar yang bermain di laut Natuna Utara.
Menurutn Kharis, di laut Natuna Utara, posisi China cukup kuat. Sementara, Amerika Serikat membuat aliansi AUKUS dengan Australia dan Inggris.
“Saya kira ini langkah cerdik Pak Jokowi untuk memberikan keseimbangan, kekuatan, keseimbangan pengaruh di Laut Natuna Utara, saya membacanya seperti itu,” katanya dalam diskusi 'Panglima TNI Baru dan Tantangan Ketahanan NKRI', Senin (8/11).
Menurutnya, suka tidak suka harus diakui bahwa Jenderal Andika adalah didikan Amerika Serikat. Paling tidak, Andika sangat dekat dengan Amerika namun bukan berarti bermusuhan dengan Cina.
“Tetap semua bersahabat cuman bahwa intensi Jenderal Andika lebih dekat ke Amerika, sulit untuk dibantah,” kata politisi PKS itu.
Menurutnya, selama ini Indonesia lebih kepada menjaga kedaulatan NKRI ketimbang menjaga jarak dengan negara lain. Istilahnya RI ingin menjaga kedekatan yang sama terhadap dua poros kekuatan yang sedang bermain atau sama-sama adu pengaruh di Laut Natuna Utara.
“Nah kira-kira Jenderal Andika mampu apa nggak, dengan kemampuan diplomasi militer yang sangat kuat, dengan performa yang sangat bagus, saya yakin jenderal Andika mampu memerankan ini dengan baik,” ujar Kharis.
Baca juga:
ISESS: Andika Perlu Fokus Rencana Pembangunan Pertahanan yang Disusun Prabowo
Harapan dari Papua untuk Jenderal TNI Andika Perkasa
PKS Pesan Kasad Pengganti Jenderal Andika Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit
Istana Pastikan Jenderal Andika Dilantik Jadi Panglima TNI Sebelum Akhir November
Wacana Perwira TNI Pensiun Usia 60 Tahun, Andika Bisa Jabat Panglima Hingga 2024