Soal autopsi Siyono, Ketua Muhammadiyah sambangi temui Kapolri
Autopsi terhadap jenazah Siyono sempat menimbulkan polemik lantaran beberapa pihak menginginkan dilibatkan.
Menindaklanjuti misteri kematian terduga teroris Siyono, usai duel dengan Densus 88, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir mendatangi Bareskrim Polri, Senin (4/4). Kedatangannya untuk mengikuti hasil autopsi terhadap Siyono.
"Dokter Muhammadiyah biasa diminta untuk bencana sekarang oleh komnas HAM diminta untuk forensik. Maka diperlukan kerja sama untuk menugaskan dokter forensik bergabung dengan tim," kata Haedar.
Untuk proses autopsi, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kapolri. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, Busyro Muqoddas juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
"Kami berkomunikasi dengan Pak Kapolri. Pak Busyro sendiri juga berkoordinasi dengan Kapolri maka hasilnya seperti itu," katanya.
Autopsi terhadap jenazah Siyono sempat menimbulkan polemik lantaran beberapa pihak menginginkan dilibatkan dalam proses yang ditangani polisi.
"Pimpinan Muhammadiyah daerah saling pengertian dan seperti juga rekan-rekan tahu pelaksanaan autopsi berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada paksaan," Sambungnya.
Sebelumnya, Suratmi, istri Siyono mendatangi markas PP Muhammadiyah di jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Senin (29/3) pagi. Suratmi meminta bantuan hukum atas kematian suaminya. "Saya datang ke sini untuk mengadu dan meminta bantuan agar Muhammadiyah mau mendampingi proses hukum," kata Suratmi beberapa waktu lalu.
Laporan: Firdamsyah Ramadhan
Baca juga:
Datangi Badrodin, PP Muhammadiyah bahas soal kematian Siyono
Bertemu Kapolri, Busyro bahas uang dua gepok untuk istri Siyono
Tak ada penolakan warga, autopsi jenazah Siyono berjalan lancar
Tim forensik temukan tanda akibat benda tumpul pada tubuh Siyono
Fakta autopsi jenazah terduga teroris Siyono