LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Soal ancaman bom, Polda Bali minta warga tenang dan waspada

Polda Bali sudah mengambil sejumlah langkah, misalnya mengamankan sejumlah objek vital dan mencari pelaku.

2016-01-20 20:46:27
Bali
Advertisement

Polda Bali meminta masyarakat Bali tetap tenang tapi tetap waspada terkait adanya ancaman bom melalui sebuah surat yang dikirimkan di kantor Kecamatan Buleleng, Singaraja, Bali. Surat ancaman bom tersebut ditujukan ke masyarakat Buleleng, dan Denpasar.

"Kita minta masyarakat tetap tenang. Kepolisian masih bekerja dan berupaya. Kita terus lakukan patroli dalam skala besar. Masyarakat juga harus tetap waspada. Kalau ada melihat ada kecurigaan, kejanggalan, baik berupa barang, kardus, atau orang, langsung lapor ke kita, langsung kita tindak," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto, Rabu (20/1).

Senin, (18/1) lalu, Kantor Kecamatan Buleleng, menerima kiriman surat ancaman bom. Di surat itu, pelaku menyebut dirinya merupakan anggota jaringan teror bom Thamrin, Jakarta.

"Di Bali kemarin Senin (18/1) ada ancaman di Kecamatan Buleleng berupa tulisan yang disampaikan orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Charliyan kepada wartawan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (19/1).

Kombes Pol Hery Wiyanto menyatakan pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah. Misalnya, melakukan pemeriksaan terhadap pegawai kecamatan, dan memeriksa cctv. Selain langsung mengamankan sejumlah objek vital di Buleleng, Polda Bali juga mencari pelaku hingga ke luar Bulelang.

"Kita amankan wilayah-wilayah vital di Buleleng, baik itu kantor dan tempat yang banyak WNA. Kita juga lakukan razia. Kita langsung tutup wilayah Buleleng dan pintu masuk di Bali. Namun, sampai 2 hari ini kita belum temukan pelakunya," paparnya.

Pihaknya tak bisa meminta masyarakat menghindari kerumunan dan keramaian. Kepolisian hanya bisa memeriksa dan mengamankan secara maksimal tempat-tempat keramaian maupun titik-titik konsentrasi massa.

"Kita tidak bisa cegah adanya kerumunan dan keramaian di Bali. Tapi kita berupaya di tempat-tempat yang jadi konsentrasi-konsentrasi massa kita lakukan pemeriksaan dan pengamanan maksimal," ujarnya.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.