LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sniper polisi dan TNI ikut dikerahkan buru Harimau Bonita di Indragiri Hilir

Sejak Januari hingga Maret 2018, sudah 2 orang warga diterkam Harimau di Kecamatan Plangiran Kabupaten Indragiri Hili Provinsi Riau. Untuk itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau langsung ke lokasi guna melakukan penangkapan. Mereka menambah personel dibantu kepolisian dan TNI setempat.

2018-03-15 23:04:00
Harimau Sumatera
Advertisement

Harimau Sumatera yang menewaskan dua warga Desa Tanjung Simpang Kanan Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir belum ditangkap hingga saat ini. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau kewalahan hingga meminta bantuan sniper dari TNI-Polri setempat untuk mengantisipasi serangan harimau bernama Bonita itu.

Dari hasil rapat bersama antara BBKSDA, Pemkab Inhil, dan TNI Polri serta tokoh masyarakat setempat, mereka membentuk tim gabungan dan membagi tugas dengan mendirikan 2 posko penangkapan harimau itu.

"Dari kepolisian ada empat personel yang disebar masing-masing dua orang untuk setiap posko. Karena ada dua posko yang dibentuk sesuai hasil rapat," ujar Kapolsek Pelangiran Iptu Muhammad Rafi, Kamis (15/3).

Advertisement

Dalam upaya penangkapan dan antisipasi serangan hewan buas dilindungi itu, polisi dan TNI dilengkapi senjata laras panjang. Itu digunakan untuk berjaga-jaga jika harimau melakukan serangan terhadap tim. Penembak jitu polisi dan TNI juga ikut bergabung dengan tim.

"(Sniper) dari rekan TNI ada sekitar empat personel juga. Selain itu ada bantuan personel lainnya dari Polres Inhil sebanyak dua orang," ucap Rafi.

Petugas TNI-Polri bersenjata tersebut merupakan permintaan dari pihak BBKSDA Provinsi Riau untuk kondisi darurat, jika Bonita melakukan penyerangan terhadap petugas, dengan catatan jika kondisinya terpaksa.

Advertisement

Sejak Januari hingga Maret 2018, sudah 2 orang warga diterkam Harimau di Kecamatan Plangiran Kabupaten Indragiri Hili Provinsi Riau. Untuk itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau langsung ke lokasi guna melakukan penangkapan. Mereka menambah personel dibantu kepolisian dan TNI setempat.

Dua korban itu adalah Jumiati dan Yusri. Keduanya meninggal dunia akibat terkaman taring dan cakar hewan karnivora tersebut. Namun, daging kedua korban tidak dimakan, hanya terdapat luka cakaran dan gigitan taring tapi mematikan.

Baca juga:
BBKSDA buru Harimau Sumatera diduga tewaskan dua warga di Indragiri Hilir
Sudah terkam 2 orang sejak awal 2018, BBKSDA diminta paksa bunuh Harimau Bonita
Buruh bangunan di Inhil Riau tunggang langgang dikejar harimau, satu tewas
Organ tubuh hilang, BBKSDA curiga harimau sumatera tewas akibat perburuan liar
Harimau Sumatera ditombak mati karena masuk kolong rumah warga di Sumut
BKSDA Aceh minta bantu pawang usir harimau dari kebun warga
Dua kali lolos, penjerat harimau Sumatera diringkus

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.