LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Skripsi, mahasiswa Bintaro pesan sabu dari Meksiko via online

DB memesan sabu-sabu tersebut langsung dari Meksiko melalui online demi mendapatkan sabu kualitas terbaik.

2014-10-18 05:01:00
Kasus Narkoba
Advertisement

Seorang mahasiswa berinisial DB (25) warga Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sedang menyusun tugas akhir atau skripsi memesan sabu berkualitas nomor wahid. DB memesan sabu-sabu tersebut langsung dari Meksiko.

Namun belum sempat menikmati barang haram itu, DB sudah keburu ditangkap petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta. Kepada petugas, DB mengaku memesan sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri.

Polisi juga menangkap IF, teman DB dalam transaksi barang haram itu. Lalu bagaimana DB bisa membeli sabu-sabu kelas wahid dari Meksiko tersebut? Berikut kasusnya:

Pelaku pesan via online di website Agoradrugs.com

Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq mengatakan, DB yang merupakan mahasiswa jurusan IT di salah satu universitas di Jakarta itu membeli sabu sebanyak 30 gram bersama temannya IF (25) yang juga baru lulus kuliah. Mereka memesan sabu tersebut lewat laman website Agoradrugs.com.

"Awalnya mereka mencari-cari di internet, ketemu lah website itu. Mereka pun memesannya dan membayar dengan bitcoin seharga Rp 15 juta. Sabu ini tersebut dikirim dari Meksiko," jelasnya, Jumat (17/10) di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta.

Advertisement

Sabu disembunyikan di pembersih karang gigi

Setelah deal, DB dan IF mentransfer uang, seminggu kemudian barang tersebut dikirim lewat paket jasa titipan pada 3 Oktober 2014. Sabu-sabu seberat 30 gram itu disembunyikan di dalam alat pembersih karang gigi untuk mengelabui saat pemeriksaan x-ray di cargo bandara.

"Tapi berkat informasi inteligen dan ketelitian petugas, keberadaan barang tersebut bisa diketahui. Kemudian petugas melakukan pengembangan kepada penerima barang di kawasan Bintaro. Akhirnya dua mahasiswa ini bisa ditangkap," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.

Advertisement

Pesan dari Meksiko karena kualitasnya

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka baru pertama kali memesan narkoba lewat online. Mereka mengaku membeli sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Sementara alasan mereka memesan sabu lewat online, karena kualitas yang lebih bagus.

"Hasil uji lab, kualitas sabu ini memang nomor satu. Mereka membelinya pakai uang yang seharusnya untuk tugas skripsi," papar Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.

Polisi pun masih mengembangkan apakah sebelumnya pelaku sudah membeli sabu-sabu dengan cara sama atau tidak. Polisi masih terus mendalami kasus ini.

Penjual yakinkan sabu-sabu diterima pembeli

Saat akan dikirim, kedua tersangka sempat chatting dengan pengirim barang tersebut. Mereka diyakinkan kalau barang tersebut sering dikirim ke Thailand yang sangat ketat dalam pencegahan narkoba namun bisa tembus, apalagi jika ke Indonesia.

"Thailand mungkin tembus, tapi kita berhasil mengungkapnya," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Guntur M Thariq.

Guntur menambahkan bahwa situs jual beli narkoba itu bisa diakses oleh siapa saja. Artinya tidak diblokir oleh Pemerintah. Dia berharap agar Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk segera memblokir situs tersebut. "Terakhir saya masih bisa akses, berarti bisa diakses siapapun," tegasnya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.