LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Skenario Tahun Ajaran Baru: Dimulai Juni atau Januari 2021

"Kemdikbud sebagai penanggung jawab utama Pendidikan nasional perlu menyiapkan skenario-skenario agenda tahun ajaran baru," ujar Andreas melalui pesan singkat, Rabu (27/5).

2020-05-27 13:13:08
Pendidikan Indonesia
Advertisement

Anggota Komisi IX DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta Kemendikbud untuk menyiapkan skenario tahun ajaran baru sekolah. Sebab, sampai hari ini belum ada kepastian akhir dari pandemi Covid-19.

"Kemdikbud sebagai penanggung jawab utama Pendidikan nasional perlu menyiapkan skenario-skenario agenda tahun ajaran baru," ujar Andreas melalui pesan singkat, Rabu (27/5).

Andreas mengungkap ada dua skenario. Skenario optimis dan skenario pesimis. Skenario optimis diterapkan jika pandemi diprediksi akan menurun di bulan Mei. Menurutnya, tahun ajaran baru dapat dimulai pada bulan Juli 2020 jika Juni sudah berakhir.

Advertisement

"Maka Juli 2020 bisa dimulai tahun ajaran baru 2020-21," kata politikus PDIP itu.

Andreas juga menjelaskan skenario pesimis. Dengan prediksi pandemi baru mulai mereda sekitar September-Oktober dan berakhir pada Desember 2020. Tahun ajaran baru dapat digelar kembali pada Januari 2021.

Advertisement

"Artinya, ini kembali seperti sebelum 1979 di mana tahun ajaran dimulai pada setiap Januari," kata dia.

Dua skenario tersebut bergantung pada tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap protokol Covid-19.

Andreas mengatakan, dalam rapat kerja Komisi X dengan Kemendikbud, telah meminta kepada Menteri Nadiem Makarim menjelaskan kapan tahun ajaran baru. Nadiem, kata Andreas, masih mendiskusikan dengan ahli dan Gugus Tugas Covid-19 dan menunggu situasi ke depan.

Andreas sepakat, Kemendikbud perlu mendengar dan pertimbangan masukan dari Gugus Tugas Covid-19. Sebab perlu mempertimbangkan aspek kesehatan.

"Sehingga keputusan Kemdikbud harus mendengar dan mempertimbangkan masukan dari Gugus Tugas Nasional Covid-19," pungkasnya.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.