Skenario SBY untuk para jenderal TNI AD
"Setelah nanti Budiman turun jadi Kasad, maka akan diteruskan oleh Munir," kata TB Hasanuddin.
Dipilihnya Letnan Jenderal Budiman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dinilai sebagai skenario Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Sebagai jenderal bintang tiga paling senior, karier Budiman sempat dilangkahi oleh ipar SBY , Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo .
Kala itu, Pramono yang lulusan Akabri 1980 dipilih menggantikan Jenderal George Toisutta. Naiknya Pramono ternyata membuat Budiman yang merupakan lulusan terbaik 1978 hanya menjadi Wakasad. Setelah itu Budiman digeser menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Setelah Pramono pensiun, bukan Budiman tetapi justru Jenderal Moeldoko yang naik menjadi Kasad. Kini, setelah pencalonan Moeldoko sebagai Panglima TNI berjalan mulus, barulah Budiman mendapat satu bintang lagi di pundaknya.
"Dilihat dari keluar masuknya Letjen Budiman dari dan ke Mabesad terlihat jelas bahwa jabatan ketiga orang itu ( Moeldoko , Budiman dan Munir) memang sudah disiapkan oleh Presiden," kata Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin, Jumat (30/8).
Budiman yang kelahiran 25 September 1956, masih memiliki masa pensiun sekitar 1 tahun lagi. Setelah itu, Hasanuddin menilai, Letjen Munir yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat memiliki kans besar menjadi Kasad.
"Jabatan-jabatan ke depannya sudah dapat ditebak. Setelah nanti Budiman turun jadi Kasad, maka akan diteruskan oleh Munir," kata politikus PDIP itu.
Kemudian, lanjut pensiunan jenderal bintang dua itu, SBY juga sudah jauh-jauh hari mempersiapkan calon Panglima TNI saat Moeldoko pensiun. "Setelah Moeldoko turun tahun 2015 mungkin penerusnya adalah munir atau dari TNI AU," tandasnya.
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan terpilihnya Budiman sebagai Kasad berdasarkan usulan dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono . Menurutnya, Agus mencalonkan Budiman secara tunggal ke SBY .
"Cuma 1 nama. Banyak nama, satu aja enggak habis," katanya.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyebut terpilihnya Letnan Jenderal Budiman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) karena ada beberapa pertimbangan yang dilakukan presiden. Selain soal pengalamannya, Budiman dianggap tahu soal program regenerasi di lingkungan TNI.
"Itu bapak presiden ada pertimbangan siapa yang akan di angkat, baik dari sisi regenerasi ke depan, dan sebagainya," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/8).(mdk/did)