Skandal Pengaturan Skor, Bareskrim Periksa Hidayat di RS Selama 15 Menit
Penyidik Bareskrim Polri memeriksa mantan Exco PSSI, Hidayat sebagai tersangka skandal pengaturan skor sepakbola Indonesia. Namun pemeriksaannya berlangsung cukup singkat.
Penyidik Bareskrim Polri memeriksa mantan Exco PSSI, Hidayat sebagai tersangka skandal pengaturan skor sepakbola Indonesia. Namun pemeriksaannya berlangsung cukup singkat.
Hidayat diperiksa pada Rabu (20/3) kemarin di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (RS PHC), Surabaya, Jawa Timur, tempat dia dirawat. Pemeriksaan dilakukan setelah tim dokter menyatakan Hidayat bisa dimintai keterangan.
"Pemeriksaan didampingi oleh penasihat hukum tersangka dan berlangsung selama 15 menit," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Kamis (21/3).
Pemeriksaan berlangsung singkat karena kondisi kesehatan Hidayat drop. Dia dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.
"Kondisi kesehatan tersangka drop dan tensi naik setelah diperiksa suster, sehingga tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pemeriksaan," ucap Dedi.
Penyidik Bareskrim Polri menetapkan Hidayat sebagai tersangka dugaan pengaturan skor sepakbola Indonesia pada Jumat 21 Februari 2019. Dia diduga melakukan penyuapan untuk merekayasa hasil pertandingan laga Madura FC kontra PSS Sleman.
Dugaan tersebut sempat dibongkar di acara Mata Najwa oleh manajer Madura FC Januar Herwanto dan menjadi sorotan publik sebelum Satgas Antimafia Bola Polri dibentuk. Tak berselang lama, Hidayat memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Exco PSSI.
Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Alasan Pekerjaan, Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Pengaturan Skor
Joko Driyono Kembali Diperiksa Kasus Pengaturan Skor Hari Ini
Jadi Plt Ketum PSSI, Gusti Randa Siap Kerja Bareng Satgas Anti-Mafia
Polisi Percepat Jadwal Pemeriksaan Joko Driyono Terkait Pengaturan Skor
Gantikan Joko Driyono, Gusti Randa Jabat Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI
Alasan Agenda Penting, Joko Driyono Minta Polda Metro Tunda Pemeriksaan