Siswi SMP di Bantul meninggal karena kanker darah, bukan vaksin MR
Siswi SMP di Bantul meninggal karena kanker darah, bukan vaksin MR. Dokter yang menangani Nana saat di RS Bethesda, Sri Mulatsih menyampaikan jika saat berada di RS Bethesda kondisi haemoglobin dan trombosit yang ada di darah Nana sangat rendah. Dari kondisi ini, kata Sri, Nana bisa disimpulkan menderita kanker darah.
Seorang siswi kelas 3 SMP di Bantul, Nana Puspita Sari (14) meninggal usai beberapa hari mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR). Usai mendapatkan imunisasi MR, Nana mengalami penurunan kesehatan dan harus dirawat di beberapa rumah sakit. Nana mendapatkan imunisasi pada Selasa, (29/8) dan meninggal 10 hari kemudian pada Jumat (8/9).
Ketua Komite Daerah Pengkajian Penanggulangan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi, Mei Neni Sitaresmi memberi penjelasan atas kematian Nana. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, Nana meninggal dunia karena kanker darah yang dideritanya.
"Kami mengambil kesimpulan tersebut dari analisis dan mengacu pada keterangan pihak-pihak yang terlibat menangani siswi baik saat imunisasi di sekolah maupun saat dirawat di rumah sakit. Kami menyimpulkan ini (kematian Nana) tidak terkait imunisasi MR tetapi karena kanker darah akut," ungkap Mei di Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Kamis (14/9).
Pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang menangani Nana. Di antaranya petugas puskesmas yang pertama menangani Nana, rumah sakit yang pertama kali dirujuk, maupun pihak Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Dari keterangan dan data yang didapat, disimpulkan jika Nana meninggal karena kanker darah atau leukemia.
Dokter yang menangani Nana saat di RS Bethesda, Sri Mulatsih menyampaikan jika saat berada di RS Bethesda kondisi haemoglobin dan trombosit yang ada di darah Nana sangat rendah. Dari kondisi ini, kata Sri, Nana bisa disimpulkan menderita kanker darah atau leukimia akut.
"Kami sudah menjelaskan ke orang tuanya jika siswi menderita kanker darah atau leukimia akut. Mereka sudah bisa menerimanya karena yang kami sampaikan berdasarkan bukti-bukti medis yang ada," ucap Sri.