Siswi SD di Kendal tewas setelah dipukul seorang teman sekelas
Menurut Nasikhin, anaknya bercerita bahwa saat di dalam kelas menegur temannya untuk tidak menyobek buku LKS.
Seorang siswi sekolah dasar di Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit akibat mengeluh pusing dan panas, Kamis (29/10). Sebelumnya korban mengaku dipukul salah seorang teman satu kelas, di bagian belakang kepala di dalam kelas.
Korban sempat tidak masuk sekolah dua hari dan tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Soewondo Kendal.
Mila Amelia, siswi kelas VI SD Negeri 2 Sarirejo Kaliwungu Kendal tidak dapat diselamatkan, setelah dilarikan ke RSU Soewondo oleh orangtuanya Rabu (28/10) malam. Mila Amelia anak ke tiga pasangan Nasikhin dan Umi Kalsum ini, mengembuskan napas terakhir Kamis (29/10) siang setelah mengeluh pusing dan panas.
Menurut orangtuanya, anaknya yang duduk di kelas enam ini hari Senin (27/10) mengeluh sakit di kepala akibat dipukul teman satu kelasnya. Awalnya tidak ada yang mencurigakan karena tidak ada bekas terlihat di tubuh anaknya.
"Tidak ada bekas luka namun anaknya mendadak panas pada Selasa (28/10) pagi dan tidak sekolah selama dua hari," katanya.
Rabu malam tiba-tiba anaknya mengaku pusing dan lemas, serta badannya panas. Oleh orangtuanya korban dilarikan ke rumah sakit dan sampai di ruang IGD kondisinya semakin drop.
"Hasil rontgen di bagian kepala belakang terlihat ada tulang yang bergeser dan kritis," ujarnya.
Menurut Nasikhin, anaknya bercerita bahwa saat di dalam kelas menegur temannya untuk tidak menyobek buku LKS.
"Namun teman korban yang berjenis kelamin laki-laki tersebut malah memukul anak saya. Awalnya Mila tidak mengeluh sakit dan pulang dalam keadaan sehat," tambahnya.
Kondisinya mulai memburuk Senin malam dengan gejala badan panas dan pusing. Namun demikian, orangtua korban tidak melaporkan kejadian ini polisi dan menyelesaikan secara kekeluargaan dengan teman yang diduga melakukan pemukulan.
"Saya tidak lapor ke polisi mas, saya dan keluarga sudah ikhlas dan akan diselesaikan secara kekeluargaan saja," tandas Nasikhin.
Kapolsek Kaliwungu AKP Setya Nugraha dihubungi terpisah membenarkan adanya peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan teman sekelas korban.
"Awalnya memang pelaku teman laki-laki satu kelasnya menyobek LKS milik korban. Korban kemudian mengejek pelaku dan marah hingga memukul punggung bagian atas korban," jelas Kapolsek.
Usai dipukul pelaku yang berinisial BU ini, korban masih sempat jajan di kantin dan pulang ke rumah. Polisi sudah melakukan identifikasi korban namun karena tidak ada laporan ke polisi dan pihak keluarga tidak menuntut secara hukum, polisi tidak melakukan pemeriksaan.(mdk/hhw)