Siswa pengungsi Gunung Agung tetap bisa bersekolah di Buleleng
Bahkan menurut Suyasa, jika dalam waktu dekat anak-anak siap sekolah, ia pun mempersilakan sekolah dengan tidak perlu memakai seragam, tidak membawa buku dan alat-alat.
Pengungsi Gunung Agung yang masuk daerah Buleleng sudah lebih dari 17 ribu jiwa yang tersebar di 8 Desa wilayah Kecamatan Tejakula.
Melihat banyaknya pengungsi datang ke Kabupaten Buleleng, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, langsung mengadakan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), TNI/Polri, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Buleleng, Camat se-Kabupaten Buleleng, Kepala Desa se-Kabupaten Buleleng.
Siswa pengungsi Gunung Agung di Buleleng ©2017 Merdeka.com
Dalam rapat tersebut intinya membentuk tim Penanganan Bencana Alam untuk membantu para pengungsi yang ada di Buleleng agar terkoordinir dengan baik.
Terpenting saat ini menurutnya adalah menyelamatkan dan menempatkan pengungsi di daerah yang aman. Selanjutnya baru mulai memperhatikan kesehatan pengungsi, kemudian membuat pengungsi senyaman mungkin ada di pengungsian.
"Kami harus melakukan proyeksi untuk mengantisipasi pengungsi yang datang ke Buleleng agar bisa menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan mulai dari tempat hingga kesehatan pengungsi. Saya akan terus meminta laporan setiap hari tentang situasi terkini di tempat pengungsian," kata Bupati Suradnyana.
Siswa pengungsi Gunung Agung di Buleleng ©2017 Merdeka.com
Sementara itu mengenai nasib para pengungsi khususnya anak-anak yang masih sekolah berada juga dibahas dalam rapat ini.
Tercatat ada 200 anak-anak Karangasem yang status pelajar mengungsi di Buleleng. Menyikapi ini Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Buleleng,
Menyikapi ini, Disdik Buleleng kini telah mulai mendata anak-anak pengungsi yang masuk sekolah, baik itu SMA/SMK, SMP, SD, bahkan PAUD, untuk di wilayah Kecamatan Tejakula.
Bahkan, Disdik akan menyiapkan sekolah terdekat untuk menampung siswa, yang akan ditempatkan sesuai jenjang pendidikan.
Siswa pengungsi Gunung Agung di Buleleng ©2017 Merdeka.com
"Seluruh sekolah siap menampung siswa. Kalau toh daya tampung mepet, para pengungsi tetap diterima. Ini darurat, tidak perlu menghitung daya tampung dulu. Nantinya siswa akan ditampung di sekokah terdekat dari titik pengungsian," kata Kepala Disdik Buleleng, Gede Suyasa.
Bahkan menurut Suyasa, jika dalam waktu dekat anak-anak siap sekolah, ia pun mempersilakan sekolah dengan tidak perlu memakai seragam, tidak membawa buku dan alat-alat.
Baca juga:
Aktivitas gempa Gunung Agung mulai melambat
Cerita pengungsi Gunung Agung, terpisah dari istri & anak hingga mendadak melahirkan
Gunung Agung 'awas', 5 bandara ini jadi tempat pengalihan jika Ngurah Rai ditutup
Gunung Agung erupsi, 43.036 jiwa telah mengungsi
Toleransi beragama antar warga dan pengungsi Gunung Agung di Desa Gerokgak