LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sistem pengolahan sampah di Makassar jadi percontohan nasional

Cara pengolahan yang mereka lakukan sudah diterapkan sejak kepemimpinan Wali Kota Moh. Ramdhan Pomanto.

2016-04-21 10:16:00
Makassar
Advertisement

Sistem pengolahan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadi percontohan nasional. Cara pengolahan yang mereka lakukan sudah diterapkan sejak kepemimpinan Wali Kota Moh. Ramdhan Pomanto.

Pria yang akrab disapa Danny itu menyampaikannya usai mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kendala yang dihadapi sebagian besar kota adalah sampahnya tidak memenuhi pembakaran 1000 ton Solusi yang kami terapkan di Makassar adalah kita mengambil dari timbunan sampah yang terintegrasi dengan RPH yang ada dan ini akan diikuti kota-kota lain," kata Danny.

Advertisement

Pertemuan itu membahas kebijakan strategis nasional pengelolaan sampah dan percepatan pembangunan listrik berbasis sampah. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah menteri dari kabinet kerja.

Hanya 7 kepala daerah yang diundang. 6 di antaranya merupakan kota metropolitan di antaranya Makassar, Bandung, Tangerang, dan Surabaya ditambah kota Solo untuk kategori kota besar.

Pada kegiatan ini, Danny mendapat kesempatan hingga dua kali menjelaskan bagaimana sistem pengolahan sampah di depan presiden karena Makassar dianggap paling siap baik secara konsep, infrastruktur, serta penerapannya yang sementara berjalan saat ini.

Advertisement

Selain TPA bintang lima serta pembangkit listrik berbasis sampah yang akan segera dibangun tahun ini, hal yang tidak dimiliki kota-kota lain adalah sistem bank sampah dan upaya pelibatan publik terhadap pengolahan persampahan yang justru memberi peluang-peluang ekonomi yang menarik bagi pengangguran dan warga kurang mampu.

"Jadi Perpres nanti ini (yang diterapkan berdasarkan pertemuan tersebut) tidak hanya soal listriknya, sampahnya, atau soal lingkungannya. Tetapi juga ada faktor sosial ekonomi di dalamnya dan Makassar jadi contoh untuk itu," ujarnya.

Pada kesempatan lain, Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi keberadaan bank sampah di kota Makassar. Pernyataan itu disampaikannya saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN) dan launching uji coba kantong plastik berbayar di Celebes Convention Centre (CCC) Makassar.

"Tentunya kami sangat apresiasi kepada wali kota berinisiatif awal mengurangi sampah plastik dengan inovasi kantong belanja pakai ulang, bank sampah serta penerapan plastik berbayar," jelasnya.

Kata dia, sampah merupakan persoalan pelik yang dihadapi setiap kota di Indonesia. Penyebabnya hanya dua yakni, adanya kemajuan ekonomi yang menyebabkan konsumsi meningkat. Serta, kemajuan teknologi menjadikan orang cenderung berpikir simpel sehingga membahayakan lingkungan.

JK juga menambahkan bahwa 21 Februari 2005 lalu terjadi tragedi longsornya tumpukan sampah yang menewaskan 157 jiwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah Bandung.

"Tentu kita tidak ingin mengulangi kecerobohan itu. Kita peringati HPSN ini dengan kesedihan dan balas dendam, membalas kesalahan kita yang tidak meperlakukan sampah dengan bijak," pungkasnya.

Hal ini pulalah yang kemudian dijadikan alasan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sehingga menyatakan keberhasilan pengelolaan sampah, termasuk reduksi sampah dengan kantong plastik berbayar serta pengunaan keranjang pakai ulang yang dicanangkan Pemkot Makassar jadi pelopor di Indonesia.

"Kita mulai dari Makassar untuk Indonesia," tuturnya.

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.