LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sistem OK Otrip yang masih membingungkan penumpang

Ipah (48), penumpang angkot OK Otrip bingung lantaran harus menggunakan kartu agar bisa naik angkot tersebut.

2018-01-17 07:36:00
OK OTRIP
Advertisement

Dinas Perhubungan DKI Jakarta resmi uji coba program OK Otrip sejak Senin (16/1). Sebagai rute pertama, melayani Kampung Melayu dan Duren Sawit.

Di hari kedua uji coba, ternyata masih banyak warga Jakarta yang kebingungan. Utamanya soal kartu OK Otrip yang harus dimiliki penumpang jika ingin menikmati angkot berstiker biru itu.

Ipah (48), penumpang angkot OK Otrip bingung lantaran harus menggunakan kartu agar bisa naik angkot tersebut. Ipah naik dari Jl Perumahan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hendak menuju Jl Otista II.

Advertisement

Ketika memberhentikan angkot, Ipah kaget ketika disodorkan kartu OK Otrip oleh Hamid, salah satu sopir angkot OK Otrip. "Ini bu, harus nge-tap di sini," kata Hamid sambil memberi tahu Ipah.

Kemudian, Ipah langsung duduk di bangku belakang. Dia masih terus bingung meski sudah duduk di kursi belakang.

Advertisement

"Wah ini kayak naik Transjakarta harus pakai kartu," kata Ipah sambil memegang kartu Transjakarta.

Ipah sempat bertanya pada Hamid soal biaya yang harus dibayar. Dia kaget ketika Hamid menjelaskan, saat ini naik angkot OK Otrip tidak dipungut biaya. Sedangkan setelah 3 bulan selanjutnya, penumpang hanya dipungut biaya maksimal Rp 3.500 per 3 jam.

"Jadi lebih murah dong bang. Kan biasanya saya naik angkot Rp 3.500 ke Otista ini bisa Rp 2000 aja?" tanya Ipah.

Hamid membenarkan. Dia menjelaskan pada Ipah, program ini mengintegrasikan dengan angkutan lain. "Jadi makin lebih murah bu," kata Hamid meyakinkan.

Hamid juga menjelaskan soal titik pemberhentian yang telah ditentukan dan tidak lagi bisa sembarangan.

"Jadi ini rutenya mana aja Pak? Jadi kita enggak bisa sembarangan turun dong ya pak?" tanya Ipah.

Tidak cuma Ipah, Murni juga masih kebingungan rute OK Otrip. Apalagi sebelumnya rute kini bertambah panjang. Namun yang bikin bahagia, penumpang tak harus berlama-lama ikut ngetem.

"Tapi Alhamdulillah. Bisa ada angkot kayak gini. Ya mudah-mudahan bisa lanjut ke angkot yang lain. Jadi lebih murah," kata Murni.

Baca juga:
Uji coba mikrolet OK Otrip rute Kampung Melayu-Duren Sawit
Anies sebut barang yang terbakar di Museum Bahari tak ternilai harganya
Sandiaga minta warga jaga fasilitas di Stadion GBK: Jangan seenaknya
Pemprov DKI akan bentuk tim dalami runtuhnya mezanin di Gedung BEI
Anies-Sandiaga melayat Habib Abdurrahman di Kwitang
Anies soal reklamasi: Setahu saya dalam tempo sesingkat-singkatnya cuma proklamasi
KJP Plus bisa ditarik tunai, tapi untuk transportasi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.