Sisir Toko Offline dan Online, Polisi akan Proses Penjualan Masker Tak Wajar
"Nanti kita secara preventif saja dulu untuk bisa mempatroli, mengecek semua," kata Yusri, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3).
Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer setelah pemberitaan dua warga negara Indonesia positif corona. Akibatnya, permintaan penjualannya melonjak dan hal ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, mengatakan bahwa kepolisian akan berpatroli untuk mengantisipasi praktik penimbunan masker atau pembelian secara berlebihan.
"Nanti kita secara preventif saja dulu untuk bisa mempatroli, mengecek semua," kata Yusri, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/3).
Selain itu, polisi juga akan melakukan patroli pada penjualan masker secara online. Mengingat kini belanja online juga marak penjualan masker. Polda Metro Jaya akan bekerja tim siber yang dimiliki, untuk menelusuri adanya penjual masker secara online yang melakukan penimbunan.
"Memang banyak menjual dengan melalui media online ya, itu akan kita cek semua tim siber kita akan menyelidiki semua. Kemudian kita akan mencari para pelaku yang menimbun, menyelidiki ini semua akan kita lakukan," ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia positif dimasuki virus corona usai diumumkan Presiden Joko Widodo, kemarin. Pasca diumumkan, banyak warga merasa panik dan memburu banyak barang yang bisa melindungi diri dari virus corona.
Barang yang banyak dicari masyarakat khususnya di Jakarta yaitu masker dan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Namun, saat dipantau di beberapa tempat, seperti apotek dan swalayan, stok masker dan hand sanitizer kosong.
Seperti di Naga Swalayan, stok masker sudah kosong sejak kemarin diumumkannya ada dua WNI terpapar virus Corona. "Maskernya sudah tidak ada, (stok masker kosong) sejak kemarin mbak," ujar salah satu karyawan Naga Swalayan, di TB Simatupang, Jakarta, Selasa (3/3).
Sementara untuk stok hand sanitizer, juga kosong. "Kemarin masih ada hand sanitizer, yang ukuran kecil dan besar, namun sekarang sudah kosong," kata karyawan tersebut.
Kemudian saat ditanya apakah dalam waktu dekat akan ada lagi stoknya, karyawan itu belum bisa memastikan. "Belum tau (ada atau tidaknya stok dalam waktu dekat)."
Baca juga:
Diburu Masyarakat, Perumda Pasar Jaya Distribusikan 10 Ribu Masker
Imbas Virus Corona, Pusat Perbelanjaan di Glodok Sepi Pengunjung
Gubernur Jabar Ridwan Kamil: 23 Pasien Negatif Corona
Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Khusus Penyakit Menular di Pulau Galang Batam
Jokowi: Ketersediaan Masker di Dalam Negeri ada 50 Juta