Singgung Operasi Intelijen Hitam, Ini Pleidoi Lengkap Habib Rizieq
"Operasi intelijen hitam berskala besar telah menebar aneka ragam teror dan intimidasi terhadap kami, seperti, pelemparan bom molotov ke beberapa posko FPI, da penembakan kamar pribadi saya di Pesantren Markaz Syariah serta peledakan bom mobil di acara Tabligh Akbar saya di Cawang Jakarta," kata Rizieq.
Terdakwa Habib Rizieq Syihab membacakan nota pembelaan alias pleidoi dalam kasus tes swab RS Ummi, Bogor di PN Jakarta Timur, Kamis (10/6). Dalam pembelaan tersebut, Rizieq mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kasusnya.
Rizieq cerita banyak teror yang diterima oleh dirinya dan FPI. Seperti pelemparan bom molotov di posko FPI dan penembakan kamar pribadinya di Markaz Syariah, Megamendung, Bogor.
"Operasi intelijen hitam berskala besar telah menebar aneka ragam teror dan intimidasi terhadap kami, seperti, pelemparan bom molotov ke beberapa posko FPI, da penembakan kamar pribadi saya di Pesantren Markaz Syariah serta peledakan bom mobil di acara Tabligh Akbar saya di Cawang Jakarta," kata Rizieq.
Dalam pleidoi itu, Rizieq juga cerita pengepungan dan pengeroyokan serta percobaan pembunuhan terhadapnya oleh preman GMBI. Rentetan teror itu yan disebutnya sebagai operasi intelijen skala besar.
"Yang ke semuanya sampai saat ini tak satu pun diproses hukum dan diungkap kasusnya oleh para aparat penegak hukum," pembelaan Rizieq.
Berikut isi lengkap Pleidoi Habib Rizieq di sidang RS Ummi:
Baca juga:
Rizieq: Kasus Pelanggaran Prokes Tak Murni Hukum, Lebih Kental Politis
Rizieq Sebut JPU Jadikan Pelanggaran Prokes Lebih Jahat Daripada Korupsi
Sidang Pledoi Kasus RS Ummi, Rizieq Syihab Sebut Tuntutan JPU Tak Masuk Akal
Rizieq Syihab Diagendakan Jalani Sidang Pledoi Kasus RS UMMI Hari Ini
Dirut RS Ummi Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Kasus Swab Test Rizieq Syihab
Kuasa Hukum Rizieq Nilai Pasal Penyebaran Berita Bohong dari JPU Sarat Muatan Politis