Simpati Korban Bencana Alam, Kang Emil Imbau Warga Jabar Lakukan Renungan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku akan menghadiri sebuah acara perenungan di Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) saat tahun baru dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat ikut bersimpati terhadap korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah dengan tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku akan menghadiri sebuah acara perenungan di Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) saat tahun baru dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Menjelang tahun baru ini banyak bencana ya. Banyak musibah tahun ini tsunami (di Banten dan Lampung) jadi saya mengimbau masyarakat Jawa Barat kurangi perayaan yang terlalu rame. Lebih baik kita lakukan renungan," katanya di Gedung Sate, Minggu (30/12/2018).
"Intinya tidak ada larangan untuk bergembira, tapi mungkin tidak usah berlebihan. Dan khususnya kurangi konvoi, karena potensinya akan mengganggu ketertiban dan lalu lintas. Akhir tahun ini dengan cara cara yang baik," lanjutnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil ini pun mempersilakan wisatawan berlibur di tempat wisata alam di Jawa Barat. Namun, hal yang harus tetap waspada dan selalu mengupdate berita cuaca.
Emil mengingatkan kepada pengelola pariwisata agar bertindak serta menyipakan segala sesuatunya secara profesional. Tuntutan itu tidak terlepas dari visi Jawa barat sebagai provinsi pariwisata. Untuk itu, informasi keselamatan, pengetahuan kepada hal-hal yang darurat juga harus dilakukan.
"Berliburlah dengan ilmu pengetahuan yang cukup, jadi jangan menyamaratakan. Potensi tsunami dari dulu juga ada, tapi kalau tidak ada gempa atau jauh dari gunung berapi yang aktif saya kira potensinya kan kecil. Jadi silakan bergembira tapi tetap waspada," ucapnya.
Di tempat terpisah, Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza mengatakan volume kendaraan di Kota Bandung diprediksi meningkat, terutama di sejumlah kawasan wisata saat malam tahun baru. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah antisipasi kemacetan dengan menerjunkan tim gabungan yang berjumlah lebih 2.000 personel.
Masyarakat diperkirakan akan terkonsentrasi di sejumlah kawasan seperti Alun-Alun Kota Bandung, Alun-Alun Ujungberung, Gasibu, serta Jalan Dago.
Tidak menutup kemungkinan dari tinghinya volume kendaraan terjadi banyak parkir liar di badan jalan yang berpotensi menghambat arus hingga menimbulkan kemacetan. Koordinasi sudah dilakukan dengan instansi lain untuk melakukan penindakan jika hal itu terjadi atau diderek.
Untuk itu, warga diminta untuk tetap menaati peraturan lalu lintas agar tidak menghambat arus, sekaligus menekan potensi kecelakaan. Acara konvoi kendaraan roda dua diminta untuk tidak digelar.
Berdasarkan data masuk kendaraan dari luar kota menuju Kota Bandung saat libur Natal, penambahannya lebih dari 25.000 kendaraan setiap harinya.
Maka menjelang malam pergantian tahun, jika kondisi di akses menuju Tol Pasteur dirasa sudah terlampau padat, kendaraan di dalam tol yang akan masuk ke Kota Bandung akan diarahkan ke pintu tol lain, seperti Pasirkoja, Kopo, M Toha serta Buahbatu.
"Untuk mengantisipasi itu juga kita sudah sampaikan akan ada pengalihan arus di beberapa titik khususnya di dalam tol. Jadi tidak semua kendaraan masuk melalui Pasteur, akan kita bagi menjadi beberapa pintu tol yang masuk ke Bandung. Sudah koordinasi dengan PJR, jika jalur Pasteur sudah cukup padat akan dilakukan penyekatan di dalam tol kemudian diarahkan ke pintu tol lain," katanya.
Untuk penutupan serta pengalihan arus kendaraan di dalam kota, hal itu diberlakukan sesuai dengan kebutuhan. Di Jalan Asia Afrika misalnya, pola penutupan arus sudah dipersiapkan, mulai dari persimpangan Asia Afrika-Tamblong hingga kawasan Alun-Alun Kota Bandung. Namun pemberlakuannya disesuaikan dengan kondisi.
"(Waktu) penutupan tidak pasti, melihat situasi kalaupun misalnya kondisi sudah mulai padat pukul 22.00 akan kita tutup," katanya.
Baca juga:
Lantik Bupati dan Wabup Bogor, Ridwan Kamil Tak Ingin Ada Kepala Daerah Ditangkap KPK
Ridwan Kamil Janji Benahi Citarum Dalam 5 Tahun
100 Hari Kerja, Ridwan Kamil Kewalahan Terima Aduan Warga
Sambangi Lokasi Tsunami Selat Sunda, Ridwan Kamil Salurkan Bantuan Rp 3 Miliar
Kunjungi Gereja, Ridwan Kamil Titip Doa Untuk Korban Tsunami Banten