Sikat Mafia Skor, Menpora Minta PSSI Jemput Bola & Gandeng Polisi
Menpora berharap dengan satgas mafia bola tersebut bisa menjadi penyemangat menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola Liga Indonesia tahun 2019 mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi mendukung langkah Kapolri, Tito Karnavian yang membentuk satgas mafia bola untuk menyelesaikan kasus mafia sepak bola yang terjadi di Indonesia.
"Pak Kapolri sudah membentuk satgas mafia bola, yang dikomandani langsung oleh beliau. Tentu ini sebuah kabar baik bagi penyelesaian pengaturan skor atau mafia bola yang ada di Indonesia bahkan di dunia mungkin. Dimulai dari Indonesia," ujar Menpora di Solo, Kamis (20/12).
Menpora berharap dengan satgas mafia bola tersebut bisa menjadi penyemangat menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola Liga Indonesia tahun 2019 mendatang.
"PSSI harus menerima banyak aduan atau melakukan jemput bola, baru kemudian nanti dikoordinasikan dengan kepolisian," katanya.
Menpora membantah jika pembentukan satgas tersebut sebagai bentuk intervensi dari pemerintah. Peristiwa pengaturan skor tersebut menurutnya, sebagai pelanggaran ketertiban umum. Sepak bola liga Indonesia, kata dia, sebagai hajat nasional, sehingga pemerintah mempunyai kewenangan.
"Oh enggak enggak, nggak ada sama sekali. Ini soal ketertiban umum, jadi pemerintah juga punya kewenangan untuk itu," tegasnya.
Untuk kompetisi tahun depan, Menpora memastikan tetap akan berjalan. Namun untuk waktunya, ia menunggu jadwal dari PSSI.
Baca juga:
Joko Driyono Sebut Perputaran Uang Judi di Liga 1 Capai Rp. 70 Milyar
Gede Widiade Tak Terima Tudingan Gelar Juara Persija Telah Diatur
Bantu PSSI, Polri Rencanakan Satgas Berantas Mafia Pengaturan Skor
Merasa Dikerjai Wasit, Bos PSMS: Sepak Bola Indonesia Tidak Akan Berkembang
Hamka Hamzah Bantah Faktor Finansial Sebagai Biang Match Fixing
Topi, Botol, Sampai Ponsel Jadi Kode Skenario Match Fixing Dimulai