Sidak, Dinkes DKI ungkap sejumlah persoalan Klinik Chiropractic
"Pertama klinik harusnya mencantumkan atau menempelkan nama, sarana dan jam kerjanya," ujar Maria.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Maria Margaretha, menilai ada beberapa persoalan yang menjadi kesalahan Klinik Chiropractic Indonesia di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Hal ini dikatakan dia usai melakukan sidak bersama petugas gabungan.
"Ada beberapa kesalahan di klinik ini. Pertama klinik harusnya mencantumkan atau menempelkan nama, sarana dan jam kerjanya," ujar Maria usai sidak, Jakarta Selatan, Senin (11/1).
Petugas gabungan terdiri dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Imigrasi Jakarta Selatan, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan, Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Polda Metro Jaya, dan Polisi Pamong Praja.
Selain itu, kata Maria, kartu rekam medis para pasien seharusnya ditaruh di tempat yang tersembunyi. "Terus kartu pasien itu harusnya rahasia. Itu kalian malah taruh di tempat para tamu yang bisa lihatnya, harusnya itu rahasia," katanya.
"Selain itu para tenaga asing mau itu doktor, karyawan atau apapun seharusnya bisa bahasa Indonesia," tambahnya.
Selain Dinas Kesehatan DKI Jakarta menilai adanya kesalahan terhadap klinik. Dinkes juga menyalahkan para doktor yang bekerja di klinik tersebut.
"Dokternya melakukan pelanggarannya itu harus ada rekomendasi ID-nya namun sampai hari ini nggak ada rekomennya dan itu harus tetap ada rekomen dari negara asal," pungkasnya.
Baca juga:
Insiden tragis di Rusia, dokter pukuli pasien sampai tewas
Razia Klinik Medika Plaza, dua dokter asing diamankan
Hal ini yakinkan keluarga dokter di Chiropratic First abal-abal
Diduga ilegal, klinik terapi bikin Allya meninggal punya 6 cabang
Diduga malapraktik, dokter klinik kecantikan belum jadi tersangka