Sidak beras plastik di Sukabumi malah temukan tahu berformalin
Namun kata petugas, kadar formalin di tahu itu bisa luruh asal direbus dalam air mendidih.
Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, TNI dan Polri menemukan ada tahu mengandung formalin beredar di pasar tradisional. Temuan itu didapat saat inspeksi mendadak di Pasar Cicurug guna mendeteksi apakah ada beras buatan berbahaya dijual.
"Dari hasil uji laboratorium sederhana di lokasi, ternyata contoh tahu yang diambil secara acak dari pedagang mengandung zat kimia berbahaya seperti formalin," kata Wakil Bupati Sukabumi, Ahmad Jajuli, saat memimpin sidak di Pasar Cicurug, seperti dilansir dari Antara, Senin (25/5).
Menurut Ahmad, temuan ini menjadi perhatian utama pihaknya. Apalagi zat kimia pengawet jasad itu terkandung di bahan makanan kerap dikonsumsi oleh masyarakat umum. Bahkan mendekati bulan Ramadan ini dipastikan permintaan akan meningkat. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu panik dengan adanya tahu berformalin.
Dari informasi petugas kesehatan makanan, formalin terkandung dalam tahu itu bisa hilang dengan cara merebus tahu di air mendidih dengan suhu 100 derajat celcius. Tetapi, pihaknya juga meminta kepada petugas segera menindaklanjuti dan mengawasi setiap waktu.
"Pada sidak ini, kami fokuskan terhadap produk makanan berbahaya. Untuk beras sintetis tidak ada dan yang lainnya aman untuk dikonsumsi seperti tempe, ikan asin dan lain-lain," tambah Ahmad.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar mengatakan, pihaknya menjamin seluruh produk makanan beredar di pasaran aman dikonsumsi.
Asep mengatakan, masyarakat tidak perlu panik soal peredaran tahu berformalin, tapi harus teliti dalam membeli setiap produk makanan, khususnya kebutuhan pokok masyarakat. Dia juga meminta supaya warga selalu menanyakan kepada pedagang apakah dagangannya aman dikonsumsi.
"Kami juga terus melakukan pemantauan," kata Asep.(mdk/ary)