LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sibuk, Kapolda Banten tak temui keluarga korban salah tembak

"Kedatangan kami tujuannya hanya silaturahmi menanyakan sudah sejauh mana prosesnya," kata

2015-04-06 15:49:20
Peluru Nyasar
Advertisement

Keluarga Titin, warga Panimbang, Pandeglang yang menjadi korban salah tembak aparat kepolisian, mendatangi Polda Banten, untuk menemui Kapolda, untuk menanyakan perkembangan kasus tewasnya ibu tiga anak tersebut. Namun, keluarga Titin tidak dapat menemui Kapolda Banten Brigjen Boy Rafly amar, karena sedang sibuk.

Berdasarkan pantauan, keluarga korban yakni suami korban Dede Kartomo, datang bersama anak keduanya, Caca, dan dua orang keponakan korban, Memed Ali Husein dan Ujang. Kedatangan mereka tanpa didampingi tim hukum atau pengacara. Dan diterima oleh Direskrimum Polda Banten Kombes pol Iyus Fadilah bersama jajarannya.

"Kapolda Banten sedang sibuk, jadi kami yang menemui," kata Direskrimum Polda Banten Kombes pol Iyus Fadilah, Senin (6/4).

Tujuan kedatangan keluarga korban salah tembak anggota polsek Kembangan tersebut bertujuan selain untuk menanyakan perkembangan tewasnya Titin akibat timah tertembus timah panas, pihak keluarga juga berniat melakukan silahturahmi ke Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafly Amar.

"Kedatangan kami tujuannya hanya silaturahmi menanyakan sudah sejauh mana prosesnya. Karena ketika Pak Kapolda (Brigjen Pol Boy Rafli Amar) ke rumah, pernah bilang akan menerima kami kalau kami ingin bersilaturahmi ke kantornya. Maka itu kami ke sini,"kata Memed Ali Husein keponakan korban, yang mendampingi suami korban.

Memed mengungkapkan pihak keluarga sering menanyakan perkembangan kasus ini ke Polres Pandeglang, namun tidak kunjung mendapat penjelasan. "Kami sudah tanyakan ke Polres Pandeglang tapi tidak pernah jelas," ujarnya.

Pihak keluarga selama ini hanya mendapatkan informasi perkembangan kasus yang telah berjalan selama 22 hari tersebut dari media massa saja.

"Saya (pernah) baca (di media massa), katanya Polda Banten yang menangani. Tapi kami kurang yakin, makanya kami datang ke sini. Kami menyempatkan datang kemari ingin ketemu langsung dengan Pak Kapolda," kata Memed.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.