Siap edarkan 60 paket sabu di Pariaman, dua pemuda diciduk
Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat menangkap dua orang pemilik 60 paket sabu siap edar. Dua pelaku tersebut, yaitu JS (21) dan RS (31) warga Kecamatan Pariaman Tengah yang ditangkap di dua lokasi berbeda di Kelurahan Jawi-Jawi II.
Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat menangkap dua orang pemilik 60 paket sabu siap edar. Dua pelaku tersebut, yaitu JS (21) dan RS (31) warga Kecamatan Pariaman Tengah yang ditangkap di dua lokasi berbeda di Kelurahan Jawi-Jawi II.
"Dari tangan pelaku RS anggota berhasil mengamankan sebanyak empat paket sedang narkoba jenis sabu-sabu dan 26 paket kecil," kata Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldy di Pariaman, Sabtu (15/10). Seperti diberitakan Antara.
Dari tangan JS, kepolisian mengamankan 30 paket kecil sabu dari rumah pelaku. Selain mengamankan puluhan paket narkoba jenis sabu, pihak kepolisian juta menyita uang tunai sebesar Rp 5,4 juta, alat isap bong dan satu linting ganja bekas pakai.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kedua pelaku merupakan pengedar narkoba menjual kepada seluruh kalangan di daerah itu.
"Barang buktinya cukup besar, anggota akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut," ujarnya.
Baca juga:
Gerebek di Demak, BNN amankan puluhan kilogram sabu
Siap edarkan 60 paket sabu di Pariaman, dua pemuda diciduk
Polisi Bandara Soekarno-Hatta tertangkap basah bawa ganja
Panglima TNI instruksikan anggota TNI terlibat narkoba dipecat
Sabu dalam mesin pompa air diamankan BNN dari rumah warga di Demak
3 PNS diciduk, Wali Kota Depok tingkatkan kewaspadaan bahaya narkoba
Dari penyidikan sementara pelaku JS mengaku memperoleh barang terlarang tersebut dari tersangka RS yang diduga untuk dijual kembali. Kepada pihak kepolisian pelaku mengaku narkotika tersebut diperoleh langsung dari Kota Pekanbaru.
Atas perbuatannya kedua pelaku diancam dengan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara. Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan apakah ada kaitan kedua pelaku dengan sejumlah tersangka kasus narkoba sebelumnya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat setempat agar lebih berhati-hati terutama dalam mengawasi anak didik karena salah satu target peredaran narkoba adalah generasi bangsa," terangnya.