Setelah reses, Pimpinan DPR minta Komisi III bahas insiden kericuhan di Mako Brimob
"Untuk itu kita serahkan kepada polisi untuk tindaklanjuti ini. Ke depan, hal ini tentunya tidak boleh terjadi. Ke depan pas reses masuk tentu kami sampaikan kepada Komisi III untuk bahas secara detail masalah ini dan mengambil langkah yang diperlukan," kata Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, di Kompleks Parlemen.
Kerusuhan di lapas tahanan napi teroris di Mako Brimob, membuat banyak pihak kaget. Sebab, kejadian serupa bukan kali ini saja terjadi.
Oleh karena itu, Pimpinan DPR akan meminta Komisi III untuk melakukan rapat pascainsiden itu bersama pihak terkait dalam hal ini Kepolisian.
"Untuk itu kita serahkan kepada polisi untuk tindaklanjuti ini. Ke depan, hal ini tentunya tidak boleh terjadi. Ke depan pas reses masuk tentu kami sampaikan kepada Komisi III untuk bahas secara detail masalah ini dan mengambil langkah yang diperlukan," kata Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5).
Menurut Agus, banyak hal yang menyebabkan kerusuhan terjadi. Mulai dari kekurangan personel penjagaan ataupun anggaran. Karena itu diperlukan pembahasan di Komisi III.
"Karena bisa saja personelnya kurang, kalau personel kurangkan anggarannya harus ditambah. Dan ini semuanya yang jelas tidak boleh terjadi lagi di masa depan sehingga masyarakat mendapatkan kabar yang baik," ungkapnya.
Selain itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, juga berpesan pihak Kepolisian khususnya melakukan evaluasi menyeluruh. Sebab pengawasan di Mako Brimob saat ini harus diperkuat.
"Namun apa yang ada sudah terjadi perlu di evaluasi. Evaluasi itu harus melibatkan seluruhnya selama hal ini tidak boleh terjadi lagi. Selain evaluasi ada langkah tindak lanjut. Tapi menurut kami pengawasannya yang harus diperkuat," ucapnya.
Seperti diketahui, narapidana teroris yang mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, mengamuk pada Selasa (8/5) kemarin. Kerusuhan antara napi dengan petugas tak bisa dihindari lagi.
Pemicunya, dari titipan makanan yang dibawa keluarga napi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Prabowo Yuwono mengungkapkan peristiwa berawal setelah waktu salat Magrib.
"Saat salat Maghrib selesai, ada napi yang menanyakan titipan makanan dari keluarganya," ujar Argo dalam pesan singkatnya, Rabu (9/5).
Baca juga:
Wapres JK: Narapidana teroris digabung bikin universitas, dipisah jadi virus
Berkah warteg Barokah pascakerusuhan di Mako Brimob
Fadli Zon desak polisi transparan usut kerusuhan di Mako Brimob Depok
ISIS klaim dalang kerusuhan di Mako Brimob Depok, ini penjelasan Polri
Belasan jam berlalu, negosiasi polisi & narapidana teroris di Mako Brimob masih alot
Wapres JK yakin kepolisian mampu atasi kerusuhan di Mako Brimob
6 Peti jenazah tiba di RS Polri, langsung dibawa ke ruang mayat