Setelah membunuh, Suherman SMS anak Tante Henny untuk minta uang
Suherman sengaja tidak membuang handphone korban agar tetap bisa berkomunikasi dengan anak korban untuk minta uang.
Heny Dewi Manapode (73) tewas ditusuk bertubi-tubi oleh teman kencannya Suherman (31) hingga tewas. Usai dibunuh, Suherman menggasak sejumlah barang berharga milik korban. Tak hanya itu, pelaku juga menghubungi anak korban untuk meminta uang.
Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menuturkan cincin berlian korban dijual pelaku untuk biaya operasionalnya saat melarikan diri.
"Cincin dijual seharga Rp 25 juta," ujar Herry di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/12).
Tidak hanya itu, pelaku yang mengetahui bahwa korban selalu diberikan jatah bulanan oleh anaknya berpura-pura menjadi korban dan terus melakukan komunikasi kepada anak korban melalui pesan singkat.
"Jadi korban itu kan tiap bulannya selalu di-support dana oleh anaknya sebesar Rp 10 juta per bulan, jadi pelaku memanfaatkan itu," papar Herry.
"Pelaku sengaja tidak membuang handphone korban agar tetap bisa berkomunikasi dengan anak korban. Jadi anak korban tidak tahu kalau ibunya sudah meninggal," tambah Herry.
Namun, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh juga. Begitu pula dengan aksi Suherman yang berpura-pura menjadi Tante Heny di pesan singkat.
"Anak korban akhirnya menemukan keanehan. Biasanya ibunya itu balas sms singkat-singkat tapi kalau ini balas smsnya banyak titik-titik dan bahasanya aneh," jelas Herry.
Atas dasar kecurigaan itulah, keluarga Tante Heny melaporkan ibunya yang telah hilang sejak bulan Oktober 2013 ke Mapolda Metro Jaya.
"Keluarga korban melaporkan orang hilang pada 4 Desember 2013," pungkasnya.(mdk/hhw)