LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sesalkan stadion tetap dipakai Sriwijaya, Kapolda Sumsel panggil pengelola JSC

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku menyesalkan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang masih digunakan sebagai tempat pertandingan Sriwijaya FC versus Arema FC, Sabtu (21/7) lalu.

2018-07-25 16:40:14
Anarkisme Suporter Sepakbola
Advertisement

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku menyesalkan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang masih digunakan sebagai tempat pertandingan Sriwijaya FC versus Arema FC, Sabtu (21/7) lalu. Dirinya menginstruksikan penyidik segera memanggil pengelola Jakabaring Sport City (JSC) dan manajemen Sriwijaya FC sebagai saksi kasus perusakan kursi stadion.

Zulkarnain mengaku bingung karena stadion tersebut masih digunakan untuk pertandingan Liga 1. Sebab, dirinya sempat mengajukan permohonan kepada pengelola JSC untuk meminjam Dinning Hall dan Wisma Atlet dalam proses pendaftaran calon Bintara pada April dan Mei 2018 lalu.

Namun, permohonan ditolak karena pengelola beralasan komplek JSC disterilkan dari kegiatan di luar Asian Games 2018. Nyatanya, stadion GSJ yang akan mempertandingkan cabor sepakbola wanita Asian Games itu masih digunakan Sriwijaya FC yang berujung perusakan 373 kursi stadion akhir pekan lalu.

Advertisement

"Setahu saya tidak boleh lagi digunakan untuk fasilitas selain Asian Games. Kami saja tidak dipinjami, tapi masih dipakai Sriwijaya FC,masih banyak lapangan yang lain," ungkap Zulkarnain, Rabu (25/7).

Oleh karena itu, dirinya akan memanggil pengelola JSC dan manajemen Sriwijaya FC untuk dimintai keterangan terkait pemakaian stadion dan insiden perusakan kursi stadion.

"Saya sudah instruksikan kepada Kapolresta Palembang dan Kasatreskrim, manajemen Sriwijaya FC dan PT JSC harus dimintai keterangan," ujarnya.

Advertisement

Dia mengatakan, pengelola harus menjelaskan seterang-terangnya agar semuanya terungkap. Sebab, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 berjalan lancar tanpa disertai insiden yang merugikan Palembang sebagai tuan rumah.

"Saya tidak main-main, saya minta pertanggung jawaban mereka (pengelola JSC). Kalau memang boleh ya silahkan, tapi kalau tidak boleh siapa yang memaksanya itu? Tanggung jawab juga dong," tegasnya.

Menurut dia, manajemen Sriwijaya FC dan PT JSC bisa saja dijerat pidana sesuai Pasal 55 dan 56 KUHP. Di dalam pasal itu mengancam pihak yang ikut serta atau ikut membantu terjadinya tindakan kriminal.

"Siapapun itu, baik manajemen Sriwijaya FC atau PT JSC sebagai pengelola bisa dikenakan pidana jika terbukti," pungkasnya.

Baca juga:
16 Suporter Sriwijaya FC yang rusak kursi stadion ditangkap
Suporter Sriwijaya FC rusak kursi stadion, JSC ditutup untuk umum
Dua tersangka perusak kursi GSJ ditahan dan dua lainnya wajib lapor
4 Suporter ditangkap, polisi buru otak perusakan kursi stadion Palembang
Gubernur Sumsel minta polisi usut perusak 373 kursi Stadion Jakabaring
Piala AFF U-19: Indonesia dikalahkan Malaysia, suporter mengamuk

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.